KARAKTERISTIK PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2023 = CHARACTERISTICS OF ANTIBIOTIC UTILIZATION IN PNEUMONIA PATIENTS AT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL DURING THE PERIOD OF JANUARY–DECEMBER 2023


PAUNDANAN, ZSA ZSA ZEBADIAH ZANETA ZURIEL (2025) KARAKTERISTIK PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2023 = CHARACTERISTICS OF ANTIBIOTIC UTILIZATION IN PNEUMONIA PATIENTS AT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO GENERAL HOSPITAL DURING THE PERIOD OF JANUARY–DECEMBER 2023. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C011221213-Cover.jpg

Download (179kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C011221213-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (293kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C011221213-dp(FILEminimizer).pdf

Download (452kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C011221213-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan akut pada parenkim paru dengan morbiditas dan mortalitas tinggi, sehingga masih menjadi masalah kesehatan global. Terapi antibiotik yang tepat sangat penting untuk keberhasilan pengobatan dan pencegahan resistensi. RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit rujukan di Indonesia Timur menangani banyak pasien pneumonia, sehingga diperlukan kajian mengenai karakteristik penggunaan antibiotik sebagai evaluasi rasionalitas terapi.Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Januari–Desember 2023 berdasarkan jenis pneumonia, usia, jenis kelamin, pola pemberian antibiotik, dan jenis antibiotik. Metode. Metode penelitian bersifat observasional deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medis. Sampel ditentukan dengan metode total sampling yang mencakup seluruh pasien pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil. Dari total 600 pasien, ditemukan 591 kasus (98,5%) Community Acquired Pneumonia (CAP) dan 9 kasus (1,5%) Hospital Acquired Pneumonia (HAP). Pada CAP, kelompok usia terbanyak adalah balita (34,1%), diikuti dewasa (29,9%) dan lansia (26%) dengan dominansi laki-laki (65,7%). Pola terapi paling banyak berupa antibiotik tunggal (70%), dengan levofloxacin (22,2%), cefixime (21,3%), dan ceftriaxone (20,8%) sebagai antibiotik yang paling sering digunakan. Pada HAP, pasien terbanyak merupakan kelompok usia dewasa (55,6%), laki-laki (66,7%), dengan pemberian antibiotik tunggal (66,7%). Kesimpulan. Mayoritas pasien pneumonia merupakan CAP dengan dominansi laki-laki dan usia balita. Terapi tunggal menjadi pola terbanyak, terutama menggunakan levofloxacin, cefixime, dan ceftriaxone. Hasil ini diharapkan menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan ketepatan penggunaan antibiotik.

Keyword : Pneumonia, Antibiotik, Community Acquired Pneumonia, Hospital Acquired Pneumonia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pneumonia, Antibiotics, Community-Acquired Pneumonia, Hospital-Acquired Pneumonia.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 03 Mar 2026 02:35
Last Modified: 03 Mar 2026 02:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54269

Actions (login required)

View Item
View Item