MARIO, ANDI KHAIRIL (2025) Visual Outcome Pasien Katarak Senilis dengan Komorbid di Klinik Utama Mata JEC Orbita Makassar = Visual Outcome of Senile Cataract Patients with Comorbidities at JEC Orbita Makassar Eye Clinic. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221206-Cover.jpg
Download (276kB) | Preview
C011221206-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (146kB)
C011221206-dp(FILEminimizer).pdf
Download (152kB)
C011221206-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 7 June 2027.
Download (788kB)
Abstract (Abstrak)
Katarak senilis merupakan salah satu penyebab utama kebutaan yang umum terjadi pada usia lanjut. Kondisi ini dapat diperburuk oleh keberadaan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes mellitus, yang memengaruhi proses degeneratif pada lensa mata. Operasi katarak dengan teknik fakoemulsifikasi menjadi pilihan utama untuk mengembalikan ketajaman penglihatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana visual outcome pasien katarak senilis dengan komorbid hipertensi dan diabetes mellitus di Klinik Utama Mata JEC-Orbita Makassar. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan di Klinik Utama Mata JEC Orbita Makassar pada Desember 2024 hingga April 2025. Sampel terdiri dari 56 pasien yang menjalani operasi katarak senilis dengan teknik fakoemulsifikasi dan memiliki komorbid hipertensi, diabetes mellitus, atau keduanya. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan usia, jenis komorbid, serta perubahan visus pre dan post operasi pada hari ke-1, ke-7, dan ke-30. Mayoritas pasien berusia 55–65 tahun (50%). Komorbid yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi (60,7%), diikuti diabetes mellitus (28,8%), serta kombinasi keduanya (12,5%). Secara umum, seluruh kelompok usia mengalami peningkatan visus yang signifikan pada hari ke-30, dengan lebih dari 85% pasien mencapai kategori visus baik (6/6–6/18). Pasien dengan hipertensi menunjukkan perbaikan progresif, sementara pasien dengan diabetes mellitus juga mengalami peningkatan meski dengan kecenderungan lebih lambat. Pada pasien dengan kombinasi hipertensi dan diabetes mellitus, peningkatan visus tetap tercapai. Operasi katarak dengan teknik fakoemulsifikasi memberikan peningkatan visual outcome yang signifikan pada pasien katarak senilis, termasuk mereka yang memiliki komorbid hipertensi, diabetes mellitus, maupun keduanya. Pemulihan visual terbaik dicapai dalam 30 hari pascaoperasi, dengan variasi kecepatan pemulihan tergantung pada usia dan jenis komorbid yang menyertai.
Keyword : Katarak Senilis, Usia, Hipertensi, Diabetes Mellitus, Visus.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Senile Cataract, Age, Hypertension, Diabetes Mellitus, Visual Acuity. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 02:30 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54265 |
