NAVISA, AHSANA NURAZKA (2025) Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kadar Hba1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Periode Januari-Desember 2024 = NAVISA. The Relationship between Body Mass Index (BMI) and HbA1c Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Dr. Wahidin Sudirohusodo General Hospital from January - December 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221159-Cover.jpeg
Download (149kB) | Preview
C011221159-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (77kB)
C011221159-dp(FILEminimizer).pdf
Download (39kB)
C011221159-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 4 November 2027.
Download (912kB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronik akibat kelainan metabolik, ditandai hiperglikemia yang disebabkan oleh gangguan sekresi dan fungsi insulin. Prevalensi DM dilaporkan akan semakin meningkat di tahun 2030 menjadi 578 juta. Berdasarkan Riskesdas, prevalensi Obesitas (15,4%) merupakan salah satu faktor risiko terbesar DM. Berat badan berlebih dapat dideteksi menggunakan perhitungan IMT. Pada individu dengan berat badan berlebih, produksi asam lemak bebas meningkat dan memicu persaingan antara asam lemak dan glukosa berikatan dengan reseptor insulin yang berakibat hiperglikemia, dan akhirnya menyebabkan DM. Hiperglikemia kronis tercermin pada hasil tes HbA1c yang lebih tinggi, menunjukkan kontrol gula darah tidak optimal. HbA1c (Hemoglobin Glikolisasi) merupakan hasil ikatan antara glukosa dan hemoglobin yang akan meningkat seiring dengan peningkatan kadar rata-rata glukosa dalam darah. Tujuan. Mengetahui hubungan IMT dengan kadar HbA1c pada pasien DM Tipe 2. Metode. Menggunakan stratified random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang membagi populasi menjadi beberapa strata berdasarkan karakteristik kemudian sampel diambil secara acak dari setiap strata. Data penelitian ini diperoleh dari hasil rekam medik RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 2024 kemudian diolah dengan instrumen lain yaitu SPSS, komputer dan data rekam medik. Hasil. Berdasarkan 100 sampel pasien DM yang diolah dengan uji korelasi Spearman, tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kadar HbA1c. Korelasi negatif ditemukan sangat lemah (-0.048) dan tidak signifikan secara statistik (p = 0.636). Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya karena tidak ada variabel lama terdiagnosis DM. Kesimpulan. Tidak adanya hubungan signifikan antara IMT dengan kadar HbA1c pada pasien DM Tipe 2.
Keyword : Hubungan, Obesitas, IMT, HbA1c, Diabetes Mellitus tipe 2, DM2.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Relationship, Obesity, BMI, HbA1c, Type 2 Diabetes Mellitus, T2DM. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | S.Sos Rasman - |
| Date Deposited: | 03 Mar 2026 00:31 |
| Last Modified: | 03 Mar 2026 00:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54248 |
