ARAFAH, TENRI ZHALWA (2025) Karakteristik Penggunaan Terapi Antibiotik Empiris dan Definitif pada Pasien Sepsis di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Tahun 2024 = Characteristics of the Use of Empirical and Definitive Antibiotic Therapy in Sepsis Patients in the Intensive Care Unit of Universitas Hasanuddin Hospital in 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221092-Cover.jpeg
Download (500kB) | Preview
C011221092-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (264kB)
C011221092-dp(FILEminimizer).pdf
Download (250kB)
C011221092-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 5 November 2027.
Download (982kB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Sepsis didefinisikan sebagai disfungsi organ yang mengancam kehidupan yang disebabkan oleh disregulasi respons tubuh terhadap infeksi. Meskipun penting di seluruh dunia, kesadaran masyarakat mengenai sepsis masih buruk. Selain itu, berbagai manifestasi sepsis membuat diagnosis menjadi sulit, bahkan bagi dokter yang berpengalaman. Secara global insiden sepsis mengalami peningkatan dengan angka kematian yang terus bertambah. Pengobatan awal yang cepat dan tepat merupakan kunci utama dalam penatalaksanaan sepsis, di mana terapi antibiotik memainkan peran yang sangat penting. Tujuan. Mengetahui penggunaan antibiotik empiris dan definitif pada pasien sepsis di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Universitas Hasanuddin tahun 2024. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dimana data sekunder didapatkan melalui pencatatan rekam medis pasien. Sampel sebanyak 43 orang pasien sepsis yang memenuhi kriteria dan dipilih menggunakan metode total sampling. Hasil. Mayoritas pasien sepsis berada pada kelompok usia 45-65 tahun 46,5% dengan persentase laki-laki lebih besar yaitu 55,8% dan 44,2% adalah perempuan. Berdasarkan sumber infeksi, mayoritas disebabkan karena pneumonia 44,2%. Dengan penggunaan antibiotic empiris terbanyak yaitu ceftriaxone dan antibiotic definitive meropenem. Mayoritas lama penggunaan >7 hari 46,5% dan berdasarkan distribusi kesesuaian antibiotic didapatkan p-value 0,024. Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien sepsis memiliki distribusi usia mayoritas pada usia 46-65 tahun sebanyak 20 orang, distribusi berdasarkan jenis kelamin mayoritas adalah laki-laki, berdasarkan sumber infeksi mayoritas menderita pneumonia, distribusi berdasarkan penggunaan antibiotik empiris mayoritas menggunakan ceftriaxone, penggunaan antibiotik definitif mayoritas menggunakan meropenem, distribusi berdasarkan lama penggunaan antibiotik sebagian besar pasien menggunakan antibiotik dengan durasi ≥7 hari, dengan mortalitas yang cukup tinggi yaitu sebanyak 31 orang.
Keyword : Sepsis, Antibiotik, Empiris, Definitif, Sumber Infeksi, Lama Penggunaan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sepsis, Antibiotics, Empirical, Definitive, Infection Source, Duration of Use. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | S.Sos Rasman - |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 06:43 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 06:43 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54233 |
