PAKIDING, ALEXANDER (2024) KAJIAN SEISMISITAS DISEKITAR MAMASA TORAJA: IMPLIKASINYA TERHADAP MITIGASI BENCANA = Seismicity Study Around Mamasa-Toraja: Implications on Disaster Mitigation. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
D033191002-DISERTASI-COVER.jpeg
Download (132kB) | Preview
D033191002-DISERTASI-BAB 1-2.pdf
Download (988kB)
D033191002-DISERTASI-DAPUS.pdf
Download (111kB)
D033191002-DISERTASI-FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 December 2026.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK ALEXANDER PAKIDING. Kajian Seismisitas Sesar Saddang: Implikasinya Terhadap Upaya Mitigasi Bencana (dibimbing oleh Adi Maulana, dan Busthan Azikin) Aktivitas seismik di sekitar Mamasa-Toraja pada tahun 2018 hingga 2023 mengalami peningkatan. Gempa yang terjadi di Mamasa-Toraja oleh beberapa peneliti mengatakan bahwa itu dipicu oleh aktivitas sesar Saddang. Beberapa peneliti sudah mengamati aktivitas dan jalur sesar ini menggunakan beberapa metode baik dengan pendekatan Geologi maupun Geofisika. Penelitian ini dilakukan untuk Mengkaji Seismisitas di sekitar Mamasa-Toraja: Implikasinya Terhadap Mitigasi Bencana. Data yang digunakan adalah data citra satelit yaitu Sentinel-1 dengan menggunakan bantuan beberapa software yaitu SNAP, ARCHGIS, PCI Geometric dan Georose dan menganalisis karaktristik batuan di Sekitar Sesar Mamasa-Toraja berdasarkan parameter a-value dan b-value yang diperoleh dengan mengolah data seismisitas yang peroleh dari USGS untuk lokasi penelitian menggunakan software Zmap 7 berbasis Matlab, kemudian mengukur parameter kerentanan batuan (Kg) di Kota Rantepao. Dari hasil penelitian diketahui bahwa arah jalur sesar di sekitar Mamasa Toraja mengarah ke Timur Timur Laut. Berdasarkan paremeter a-value diketahui bahwa daerah di sekitar sesar Mamasa-Toraja termasuk daerah dengan aktifitas gempa rendah yang ditunjukkan dengan a-value sebesar 5.683 yang tergolong kecil (a < 6) dan a annual sebesar 3,973 atau sebanyak 4 kali gempa dalam satu tahun. Paremeter b-value yang diperoleh sebesar 0,87 ± 0,13 atau nilainya berkisar antara 0,74 sampai 1,0 yang menunjukkan bahwa kerapuhan batuan tergolong sedang yang berarti magnitude gempa yang akan terjadi juga tidak terlalu besar walaupun ada kemungkinan terjadi gempa dengan magnitudo besar yaitu pada daerah dengan b-value mendekati 1,0. Penelitian kerentanan (Kg) batuan di kota Rantepao dengan mikrotremor telah dibuat peta sebarannya. Dari hasil penelitian di ketahui ada beberapa titik dengn nilai Kg yang tinggi, sedang dan rendah. Dari hasil penelitian ini maka perlu dilakukan Langkah-langkah mitigasi yang tepat mengingat kondisi topografi wilayah penelitian yang berbukit dan banyak Masyarakat yang bermukim di daerah perbukitan yang rawan longsor.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | seismisitas, sesar Mamasa-Toraja, citra satelit, parameter batuan, microtremor, mitigasi. |
| Subjects: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknik > Teknologi Kebumian dan Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 06:39 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 06:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54231 |
