Perbandingan Faktor Risiko Kejadian Miopia Pada Siswa SMA Negeri 17 dan SMA Swasta Datuk Ribandang di Kecamatan Tallo, Kota Makassar Tahun 2025 = A Comparative Study Of Myopia Risk Factors Among Students Of State Senior High School 17 And Datuk Ribandang Private Senior High School In Tallo District, Makassar City, 2025


MUFLIHAQ, KHAERUM (2025) Perbandingan Faktor Risiko Kejadian Miopia Pada Siswa SMA Negeri 17 dan SMA Swasta Datuk Ribandang di Kecamatan Tallo, Kota Makassar Tahun 2025 = A Comparative Study Of Myopia Risk Factors Among Students Of State Senior High School 17 And Datuk Ribandang Private Senior High School In Tallo District, Makassar City, 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C011221067-Cover.jpg

Download (218kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C011221067-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (276kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C011221067-dp(FILEminimizer).pdf

Download (181kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C011221067-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 November 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

KHAERUM MUFLIHAQ. Perbandingan Faktor Risiko Kejadian Miopia Pada Siswa SMA Negeri 17 dan SMA Swasta Datuk Ribandang di Kecamatan Tallo, Kota Makassar Tahun 2025 (dibimbing oleh Prof. dr. M. Aryadi Arsyad, M.BiomedSc, Ph.D., Dr. dr. Rini Rachmawarni Bachtiar, SpPD, K-GEH,MARS., Dr. dr. Citra Rosyidah, M.Kes, Sp.S (K)). Latar belakang. Gangguan refraksi merupakan penyebab utama masalah penglihatan di dunia dan miopia menjadi bentuk yang paling sering dijumpai. Di Makassar, kasus miopia meningkat dari 178 kasus (2019) menjadi 212 kasus (2020). Miopia bersifat multifaktorial dan dapat menimbulkan komplikasi seperti ablasi retina. Belum ada penelitian yang membandingkan faktor risiko miopia pada sekolah dengan karakteristik berbeda, peneliti tertarik untuk mengangkat topik ini guna memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai variasi faktor risiko miopia antar sekolah. Tujuan. Mengetahui faktor risiko miopia serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian miopia pada siswa SMA Negeri 17 Makassar dan SMA Swasta Datuk Ribandang Makassar. Metode. Penelitian menggunakan metode analitik korelatif dengan metode cross sectional dengan teknik stratified random sampling dan telah memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Google Form dan data diolah menggunakan program Microsoft Excel dan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil. Analisis data menunjukkan kasus miopia terbanyak ditemukan pada SMAS Datuk Ribandang, yaitu sebanyak 39 sampel (47,0%), sedangkan pada SMAN 17 terdapat 38 sampel (45,8%). Sampel dengan tajam penglihatan normal lebih banyak di SMAN 17 dengan 45 sampel (54,2%), dibandingkan dengan SMAS Datuk Ribandang berjumlah 44 sampel (53,0%). Chi-square Test of Independence memperoleh hasil adanya hubungan antara riwayat miopia orang tua pada SMAN 17 (p = 0,000), durasi pembelajaran di kedua sekolah (p = 0,000), lama penggunaan gadget pada SMAN 17 (p = 0,004), jarak pandang penggunaan gadget pada SMAN 17 (p = 0,013), jarak pandang membaca pada SMAN 17 dan SMAS Datuk Ribandang (p = 0,042; p = 0,007), serta durasi membaca pada SMAN 17 (p = 0,018) dengan kejadian miopia. Tidak ditemukan hubungan antara usia, beban tugas akademik, frekuensi penggunaan gadget, kebiasaan istirahat mata, aktivitas luar ruangan, dan waktu tidur dengan miopia pada kedua sekolah. Pada SMAS Datuk Ribandang, riwayat miopia orang tua, lama penggunaan gadget, dan jarak pandang penggunaan gadget juga tidak berhubungan dengan kejadian miopia.Kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor terkait kebiasaan visual dekat, seperti durasi belajar, penggunaan gadget, jarak pandang, serta kebiasaan membaca, berperan dalam meningkatnya risiko miopia pada siswa, terutama di lingkungan dengan tuntutan akademik lebih tinggi. Sebaliknya, faktor umum seperti usia, beban tugas, pola tidur, dan aktivitas luar ruangan tidak tampak berkontribusi signifikan. Perbedaan pola hubungan antar sekolah mengindikasikan bahwa karakteristik lingkungan belajar dan kebiasaan visual dapat memengaruhi variasi kejadian miopia.

Kata kunci: Miopia, Faktor Risiko, Aktivitas Jarak Dekat, Lingkungan Belajar, Siswa SMA, Aktivitas Luar Ruangan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Myopia, Risk Factors, Near Visual Activities, Learning Environment, High School Students, Outdoor Activity.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 02 Mar 2026 06:32
Last Modified: 02 Mar 2026 06:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54227

Actions (login required)

View Item
View Item