BARANDANG, HERDAYANTI (2025) PERGESERAN NILAI PADA UPACARA RAMBU SOLO’ DI TANA TORAJA (KASUS MASYARAKAT KELURAHAN LIMBONG, KECAMATAN REMBON, KABUPATEN TANA TORAJA) = The Shift in Values in the Rambu Solo’ Ceremony in Tana Toraja (A Case Study of the Community in Lembang Limbong, Rembon District, Tana Toraja Regency). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
E031201069-Oxw6n9muBXaN3yki-20250701134517.jpg
Download (805kB) | Preview
E031201069-1-2.pdf
Download (382kB)
E031201069-dp.pdf
Download (134kB)
E031201069-dp.pdf
Download (134kB)
E031201069-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Herdayanti Barandang. Pergeseran Nilai Pada Upacara Rambu Solo’ di Tana Toraja (Kasus Masyarakat Kelurahan Limbong, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja) (dibimbing oleh Dr. M. Ramli AT. M.Si). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pergeseran nilai yang terjadi dalam pelaksanaan Upacara Rambu Solo’ di masyarakat Kelurahan Limbong, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja. Rambu Solo’ merupakan upacara kematian adat masyarakat Toraja yang secara turun-temurun dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada leluhur. Dalam kepercayaan Aluk Todolo, pelaksanaan upacara ini mengandung makna religius yang mendalam dan harus mengikuti aturan adat berdasarkan strata sosial. Namun, perkembangan zaman telah mendorong perubahan makna dan praktik pelaksanaannya. Nilai spiritual mulai bergeser menjadi simbol kemewahan, gengsi sosial, dan status ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif dan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari sembilan informan yang terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidikan, dan masyarakat pelaksana upacara. Teori yang digunakan dalam menganalisis data adalah teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer dan teori pertukaran sosial dari George C. Homans. Teori interaksionisme simbolik menjelaskan bahwa tindakan masyarakat terhadap simbol-simbol dalam upacara dipengaruhi oleh makna yang dibentuk melalui interaksi sosial, sementara teori pertukaran sosial menekankan adanya kalkulasi antara pengorbanan dan penghargaan dalam hubungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dahulu melaksanakan Rambu Solo’ secara ketat berdasarkan ajaran Aluk Todolo, sedangkan masyarakat sekarang cenderung melaksanakan upacara berdasarkan keinginan pribadi dan kemampuan ekonomi, meskipun melanggar aturan adat. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran ini antara lain perubahan kepercayaan, meningkatnya pendidikan, dan dorongan gengsi. Pergeseran ini berdampak pada pudarnya nilai spiritual dalam upacara, meningkatnya beban ekonomi masyarakat, serta terjadinya ketimpangan sosial dan konflik antarindividu maupun kelompok. Kata Kunci: Rambu Solo’, Pergeseran Nilai, Interaksionisme Simbolik, Pertukaran Sosial, Tana Toraja.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Rambu Solo’, Pergeseran Nilai, Interaksionisme Simbolik, Pertukaran Sosial, Tana Toraja. |
| Subjects: | H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 02 Mar 2026 06:24 |
| Last Modified: | 02 Mar 2026 06:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54222 |
