Peran Wanita dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kota Makassar (Studi Kasus Bencana Banjir di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar) = The Role of Women in Facing Flood Disasters in Makassar City (Case Study of Flood Disasters in Perumnas Antang, Manggala District, Makassar City)


SALSABILA, SALSABILA (2025) Peran Wanita dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kota Makassar (Studi Kasus Bencana Banjir di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar) = The Role of Women in Facing Flood Disasters in Makassar City (Case Study of Flood Disasters in Perumnas Antang, Manggala District, Makassar City). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
E031201059-eVxN0mcRFo1ZJSCy-20250721140001.png

Download (168kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E031201059-1-2.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E031201059-dp.pdf

Download (730kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
E031201059-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 July 2027.

Download (20MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Bencana banjir merupakan ancaman tahunan bagi warga Kota Makassar, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Perumnas Antang Blok 10. Dalam situasi darurat seperti ini, perempuan tidak hanya menjadi kelompok rentan, tetapi juga memainkan peran signifikan dalam upaya penanggulangan dan pemulihan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk-bentuk tindakan sosial perempuan dalam menghadapi banjir, dengan menggunakan Teori tindakan sosial Max Weber sebagai kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap lima informan perempuan yang tinggal di Perumnas Antang Blok 10. Data dikumpulkan secara langsung di lapangan dan dianalisis dengan mengkategorikan tindakan mereka ke dalam empat tipe tindakan sosial Weber: tindakan rasional instrumental, rasional nilai, afektif, dan tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan mengambil peran aktif dalam tahap tanggap darurat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar korban seperti makanan, air bersih, dan perlindungan anak. Tindakan rasional instrumental tampak dalam upaya mencari titik evakuasi dan menyelamatkan logistik keluarga. Sementara itu, tindakan rasional nilai muncul dalam keputusan mereka untuk tetap di rumah demi menjaga orang tua atau hewan peliharaan, meski berisiko. Tindakan afektif ditunjukkan melalui respons emosional seperti panik, menangis, atau marah akibat keterlambatan bantuan. Tindakan tradisional terlihat dari kebiasaan menunggu keputusan suami atau enggan mengungsi ke tempat campur karena norma lokal. Kesimpulan, tindakan perempuan dalam menghadapi bencana banjir tidak dapat dipahami hanya dari sudut pandang logis dan teknokratis semata. Peran dan respons mereka dipengaruhi oleh kombinasi motif rasional, nilai moral, emosi, dan budaya lokal. Oleh karena itu, strategi mitigasi bencana perlu mengakomodasi berbagai latar belakang sosial perempuan agar penanganan bencana menjadi lebih inklusif, efektif, dan adil.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Peran perempuan, bencana banjir, penanggulangan bencana, Perumnas Antang.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 02 Mar 2026 05:59
Last Modified: 02 Mar 2026 05:59
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54212

Actions (login required)

View Item
View Item