HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI MAKAN TERHADAP PENINGKATAN KADAR GULA DARAH: STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN ANGKATAN 2022 = THE RELATIONSHIP BETWEEN EATING FREQUENCY AND INCREASED BLOOD GLUCOSE LEVELS: A STUDY ON STUDENTS OF THE FACULTY OF MEDICINE, HASANUDDIN UNIVERSITY BATCH OF 2022


LIANTO, KEZIA GABRIELA (2025) HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI MAKAN TERHADAP PENINGKATAN KADAR GULA DARAH: STUDI PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN ANGKATAN 2022 = THE RELATIONSHIP BETWEEN EATING FREQUENCY AND INCREASED BLOOD GLUCOSE LEVELS: A STUDY ON STUDENTS OF THE FACULTY OF MEDICINE, HASANUDDIN UNIVERSITY BATCH OF 2022. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C011221044-Cover.png

Download (645kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C011221044-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (157kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C011221044-dp(FILEminimizer).pdf

Download (143kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C011221044-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 7 October 2027.

Download (927kB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kadar gula darah di atas normal, dapat menyebabkan hiperglikemia,dan dapat menjadi penyakit metabolik yaitu diabetes melitus terutama tipe 2, dengan adanya resistensi insulin dan gangguan metabolisme. Jika tidak terkontrol, hiperglikemia berisiko menyebabkan komplikasi pada mata, saraf, ginjal, jantung dan pembuluh darah. International Diabetes Federation (2024) memiliki data bahwa terdapat sebanyak 589 juta orang dewasa secara global terkena diabetes melitus, di kawasan Pasifik Barat 215 juta penderita yang perkirakan pada tahun 2050 akan meningkat 254 juta jiwa. Dan di Indonesia tercatat prevalensi 11,3% dan prevalensi diabetes pada seluruh penduduk Indonesia yang terdiagnosis oleh dokter tercatat sebesar 1,7%. Faktor risiko utama meliputi ketidakseimbangan pola makan dan defisiensi dalam partisipasi aktivitas fisik. Intervensi non-farmakologis, seperti pengaturan pola makan dan gaya hidup, penting untuk mencegah dan menunda perkembangan diabetes. Metode: Desain penelitian yang diaplikasikan dalam studi ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pada penelitian ini, peneliti akan mengambil subjek yang berdasarkan pengaruh peningkatan hiperglikemia, kemudian akan dilakukan penelitian terhadap pengaruh frekuensi makan mahasiswa Kedokteran Universitas Hasanuddin angkatan 2022. Hasil: Analisis hasil penelitian memperlihatkan bahwa, mayoritas responden berada pada kadar gula darah yang mendekati ambang batas normal (borderline), terhitung sebanyak 52 orang (71,23%), sedangkan sisanya sebanyak 21 orang (28,77%) berada pada rentang normal. Berdasarkan frekuensi makan, mayoritas responden memiliki frekuensi makan yang adekuat sebanyak 44 orang (60,28%), diikuti oleh frekuensi makan kurang sebanyak 29 orang (39,72%). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi makan terhadap peningkatan kadar glukosa darah pada populasi subjek mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin angkatan 2022.

Keyword : Frekuensi Makan, Hiperglikemia, Kadar Gula Darah, Mahasiswa Kedokteran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Meal Frequency, Hyperglycemia, Blood Glucose Levels, Medical Students.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 02 Mar 2026 05:55
Last Modified: 02 Mar 2026 05:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54208

Actions (login required)

View Item
View Item