KARAKTERISTIK PASIEN RHINOSINUSITIS KRONIK DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN PERIODE JANUARI – DESEMBER 2024 = Characteristics of Chronic Rhinosinusitis Patients at Hasanuddin University Hospital from January to December 2024


AHMAD, AMELIA DZAKIRAH (2025) KARAKTERISTIK PASIEN RHINOSINUSITIS KRONIK DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN PERIODE JANUARI – DESEMBER 2024 = Characteristics of Chronic Rhinosinusitis Patients at Hasanuddin University Hospital from January to December 2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C011221013-Cover.jpg

Download (393kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C011221013-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (135kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C011221013-dp(FILEminimizer).pdf

Download (45kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C011221013-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 2 December 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Rhinosinusitis kronik merupakan peradangan mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung ≥12 minggu dan berdampak pada kualitas hidup serta produktivitas pasien. Prevalensinya bervariasi secara global dan nasional, namun data lokal mengenai karakteristik pasien masih terbatas, termasuk di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. Tujuan. Mengetahui karakteristik pasien rhinosinusitis kronik berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi sinus, gejala klinis utama, temuan pemeriksaan fisik, dan pengobatan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin periode Januari–Desember 2024. Metode. Penelitian deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Sebanyak 114 data rekam medis dianalisis menggunakan tabulasi distribusi frekuensi. Hasil. Sebagian besar pasien berada pada kelompok usia 21–29 tahun (27,19%) dan berjenis kelamin perempuan (64,04%). Sinus yang paling sering terlibat adalah sinus maksillaris (86,84%). Gejala klinis utama terbanyak ialah hidung tersumbat (85,09%), diikuti rinore (64,03%). Pemeriksaan fisik paling sering menunjukkan konka kongesti (82,45%), dan terapi yang paling banyak diberikan adalah kortikosteroid (78,07%). Kesimpulan. Rhinosinusitis kronik paling banyak terjadi pada perempuan usia dewasa muda, dengan keterlibatan dominan pada sinus maksillaris. Hidung tersumbat merupakan gejala tersering dan kortikosteroid menjadi terapi utama yang diberikan.

Keyword : obstruksi hidung; sinus maksillaris; inflamasi sinonasal; gejala sinonasal; terapi sinonasal; peradangan kronik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Nasal obstruction; maxillary sinus; sinonasal inflammation; clinical presentation; sinonasal therapy; chronic inflammation.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 02 Mar 2026 05:06
Last Modified: 02 Mar 2026 05:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54194

Actions (login required)

View Item
View Item