ALIFYA, ANDI RATU (2025) Hubungan Antara Kadar Hemoglobin A1c (HbA1c) Dengan Derajat Keparahan Retinopati Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Tahun 2023-2024 = The Relationship Between Hemoglobin A1c (HbA1c) Levels And The Severity of Diabetic Retinopathy In Diabetes mellitus Patients at Hasanuddin University Hospital in 2023-2024. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221006-Cover.jpg
Download (508kB) | Preview
C011221006-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (170kB)
C011221006-dp(FILEminimizer).pdf
Download (64kB)
C011221006-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 25 February 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular utama pada pasien diabetes melitus yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan hingga kebutaan. Salah satu faktor penting yang berperan dalam terjadinya retinopati diabetik adalah kontrol glikemik jangka panjang yang dapat dinilai melalui kadar Hemoglobin A1c (HbA1c). Pemeriksaan HbA1c mencerminkan kadar glukosa darah rata-rata selama dua hingga tiga bulan terakhir dan menjadi indikator penting dalam memprediksi risiko komplikasi mikrovaskular pada penderita diabetes melitus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar Hemoglobin A1c (HbA1c) dengan derajat keparahan retinopati diabetik pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin tahun 2023–2024. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri atas 63 pasien diabetes melitus yang didiagnosis retinopati diabetik berdasarkan hasil pemeriksaan funduskopi dan memiliki data kadar HbA1c di rekam medis. Analisis hubungan antara kadar HbA1c dan derajat keparahan retinopati diabetik dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar pasien memiliki kadar HbA1c >6,5% (88,9%) dengan distribusi derajat keparahan terbanyak pada retinopati diabetik non-proliferatif berat (36,5%) dan proliferatif (27%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan derajat keparahan retinopati diabetik (p = 0,396). Kesimpulan: Kadar HbA1c yang tinggi ditemukan pada sebagian besar pasien dengan retinopati diabetik, namun dalam penelitian ini tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan derajat keparahan penyakit. Hasil ini mengindikasikan bahwa selain kontrol glikemik, faktor lain seperti durasi diabetes, hipertensi, dan dislipidemia juga berperan dalam progresivitas retinopati diabetik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dengan desain longitudinal untuk mengevaluasi hubungan kausal secara lebih mendalam. Kata Kunci: Hemoglobin A1c, Retinopati Diabetik, Diabetes Melitus, Derajat Keparahan, Cross-sectional.
Keyword : Hemoglobin A1c, Retinopati Diabetik, Diabetes Melitus, Derajat Keparahan, Cross-sectional.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hemoglobin A1c, Diabetic Retinopathy, Diabetes Mellitus, Severity, Cross-sectional. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 06:21 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 06:21 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54189 |
