ANALISIS STRATEGI PARADIPLOMASI KOTA BAUBAU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PERJANJIAN SISTER CITY BAUBAU–SEOUL = ANALYSIS OF BAUBAU CITY’S PARADIPLOMACY STRATEGY IN IMPLEMENTING THE BAUBAU–SEOUL SISTER CITY AGREEMENT


DINANTI, MARISSA SAFIRA (2026) ANALISIS STRATEGI PARADIPLOMASI KOTA BAUBAU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PERJANJIAN SISTER CITY BAUBAU–SEOUL = ANALYSIS OF BAUBAU CITY’S PARADIPLOMACY STRATEGY IN IMPLEMENTING THE BAUBAU–SEOUL SISTER CITY AGREEMENT. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E061221026-Cover.jpg

Download (307kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
E061221026-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (672kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E061221026-dp(FILEminimizer).pdf

Download (187kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
E061221026-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 24 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Marissa Safira Dinanti. E061221026. Analisis Strategi Paradiplomasi Kota Baubau dalam Mengimplementasikan Perjanjian Sister City Baubau–Seoul. Pembimbing: Drs. Munjin Syafik Asy’ari, M.Si. Departemen Ilmu Hubungan Internasional. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Hasanuddin. Penelitian ini menganalisis strategi paradiplomasi Pemerintah Kota Baubau dalam mengimplementasikan kerja sama sister city dengan Kota Seoul. Meskipun hubungan Baubau–Seoul tidak berkembang menjadi kerja sama formal berbentuk sister city, interaksi lintas negara tetap berlangsung melalui komitmen awal yang dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) tahun 2009 serta didukung oleh peran aktif organisasi nonpemerintah (NGO). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan wawancara untuk mengkaji fenomena paradiplomasi secara empiris dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi paradiplomasi Baubau–Seoul berkembang melalui pola NGO-led diplomacy, di mana organisasi seperti Hunminjeongeum Society, Korean Cia-Cia Culture Exchange Association (KCCEA), dan Cia-Cia Foundation berperan penting dalam menjaga kesinambungan kerja sama di bidang budaya, pendidikan, dan pelatihan tenaga kerja. Keberlanjutan hubungan ini didorong oleh legitimasi sosial-budaya, motivasi pelestarian identitas lokal, serta dukungan simbolik dari mitra transnasional. Namun demikian, pelaksanaan paradiplomasi tersebut menghadapi hambatan berupa lemahnya kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, ketiadaan unit khusus kerja sama internasional, keterbatasan sumber daya manusia, serta perubahan kebijakan mitra luar negeri. Sebagai respons, praktik paradiplomasi Kota Baubau menunjukkan strategi adaptif berbasis hybrid diplomacy yang memadukan legitimasi formal pemerintah dengan kekuatan sosial NGO. Paradiplomasi ini merepresentasikan bentuk diplomasi subnasional yang berorientasi pada nilai sosial-budaya, bukan semata kepentingan ekonomi, dan menunjukkan bahwa kekuatan diplomasi daerah bertumpu pada legitimasi sosial, identitas budaya, dan jejaring transnasional yang berkelanjutan.

Keyword : Baubau-Seoul, Hybrid Diplomacy, NGO-led Diplomacy, Paradiplomasi, Sister City, Strategi Diplomasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Baubau-Seoul, Diplomacy Strategy, Hybrid Diplomacy, NGO-led Diplomacy, Paradiplomacy, Sister City.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 27 Feb 2026 05:30
Last Modified: 27 Feb 2026 05:30
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54155

Actions (login required)

View Item
View Item