SARMALIANA, SARMALIANA (2028) ANALISIS KADAR TIMBAL (PB) DARAH DENGAN KADAR KORTISOL PADA IBU HAMIL DI KOTA MAKASSAR = ANALYSIS OF BLOOD LEAD (PB) LEVELS AND CORTISOL LEVELS IN PREGNANT WOMEN IN MAKASSAR CITY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K062232007-OCuoiSQITVB6MWbZ-20260121152830.jpg
Download (345kB) | Preview
K062232007-1-2.pdf
Download (758kB)
K062232007-Dp.pdf
Download (609kB)
K062232007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 January 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK SARMALIANA. Analisis Kadar Timbal (Pb) Darah Dengan Kadar Kortisol Pada Ibu Hamil Di Kota Makassar (dibimbing oleh Hasnawati Amqam dan Ichlas Nanang Afandi). Latar Belakang. Timbal (Pb) merupakan logam berat yang bersifat toksik dan dapat mengakumulasi dalam tubuh, berpotensi mengganggu sistem endokrin termasuk sekresi hormon stres kortisol pada ibu hamil. Kadar kortisol yang meningkat selama kehamilan berisiko menimbulkan efek negatif pada kesehatan ibu dan perkembangan janin. Selain paparan lingkungan, faktor seperti umur, paparan asap rokok, konsumsi seafood, dan kecemasan dapat memengaruhi kadar timbal dan/atau kadar kortisol. Tujuan. Menganalisis hubungan antara kadar timbal dalam darah dengan kadar kortisol pada ibu hamil di Kota Makassar. Metode. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilaksanakan pada 100 ibu hamil trisemester II, 10 Puskesmas di Kota Makassar. Kadar timbal darah diukur menggunakan ICP-MS sedangkan kadar kortisol serum diukur dengan metode ELISA. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil. Sebanyak 14% responden memiliki kadar timbal tinggi (≥35 µg/L), dan 63% memiliki kadar kortisol tidak normal (>42 µg/dL). Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kadar timbal darah dan kadar kortisol ibu hamil (p = 0,012; OR = 7,313), variabel umur juga berhubungan dengan kadar kortisol (p = 0,005; OR =1,912), menunjukkan bahwa ibu hamil berusia ≥35 tahun cenderung memiliki kadar kortisol yang tidak normal. Sementara itu, paparan asap rokok menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dengan kadar kortisol (p = 0,000; OR = 1,828. Konsumsi seafood tidak signifikan dengan kadar kortisol (p = 0,286; OR = 1,046),diikuti pekerjaan juga menunjukkan hasil tidak signifikan (p = 0,148; OR = 1,1688). Sementara itu, kecemasan menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dengan kadar kortisol (p = 0,000; OR = 1,242), artinya ibu yang mengalami kecemasan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami peningkatan kadar kortisol. Selain itu, hasil multivariat memperlihatkan bahwa paparan asap rokok juga merupakan faktor yang berhubungan kuat dengan kadar kortisol tinggi (p = 0,002; OR = 4,827; 95% CI = 1,77–13,15). Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar timbal dalam darah dan peningkatan kadar kortisol pada ibu hamil. Faktor-faktor seperti, variabel umur, paparan asap rokok, dan tingkat kecemasan terbukti berhubungan dengan kadar kortisol, dimana paparan asap rokok dan kecemasan menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kadar kortisol, dan tidak ditemukan hubungan signifikan pada pekerjaan dan konsumsi seafood terhadap kadar kortisol.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | timbal; kortisol; ibu hamil; faktor risiko |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 03:14 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 03:14 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54142 |
