RAHMAWATI, INDAH (2025) ANALISIS FAKTOR RISIKO DERMATOSIS AKIBAT KERJA PADA PEKERJA RUMAH POTONG AYAM JALAN ABU BAKAR LAMBOGO KOTA MAKASSAR = ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR OCCUPATIONAL DERMATOSIS IN WORKERS OF CHICKEN SLAUGHTERHOUSES ON ABU BAKAR LAMBOGO STREET MAKASSAR CITY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K032232007-UgtOE5us61Ylcf3Z-20260113094044.jpg
Download (414kB) | Preview
K032232007-1-2.pdf
Download (510kB)
K032232007-dp.pdf
Download (230kB)
K032232007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 December 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Salah satu penyakit akibat kerja yang paling banyak dijumpai yaitu dermatosis akibat kerja. Ditemukan sekitar 85% sampai 98% dari seluruh penyakit kulit akibat kerja. Dermatosis atau Occupational Dermatosis akibat kerja adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh pekerjaan ataupun lingkungan kerja. Dermatosis akibat kerja menempati porsi tertinggi dari penyakit akibat kerja, sekitar 50–60%, sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Kelainan ini umumnya muncul di lengan, tangan, dan jari, yang dapat mengganggu pekerjaan serta menurunkan produktivitas kerjanya (Suma’mur, 2020). Tujuan. Untuk mengetahui faktor risiko dermatosis akibat kerja pada pekerja rumah potong ayam Jalan Abubakar Lambogo Kota Makassar. Metode. Desain penelitian menggunakan kasus-kontrol dengan rasio 1:1, terdiri dari 42 partisipan kasus yang mengalami dermatosis akibat kerja dan 42 partisipan kontrol yang tidak mengalaminya. Partisipan dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara, dengan data kuesioner dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil. Uji bivariat menunjukkan bahwa riwayat penyakit kulit (OR = 6,250; CI 95% = 1,277- 30,580; p = 0,029), penggunaan alat pelindung diri (OR = 7,097; CI 95% = 1,465 - 34,384; p= 0,016), hygiene personal (OR = 2,941; CI 95% = 1,208 - 7,159; p = 0,029), durasi kerja (OR = 9,647; CI 95% = 1149- 81,015; p = 0,029)kontak klorin (OR = 3,676; CI 95% = 1,480-9,132; p = 0,008) dan kelembapan (OR =2,818; CI 95% = 1,128-7,043; p = 0,043) merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian dermatosis akibat kerja. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat penyakit kulit (p = 0,030), pemakaian APD (p =0,033) dan kontak klorin (p = 0,061) adalah factor yang signifikan. Kesimpulan. Penelitian ini menegaskan bahwa riwayat penyakit kulit, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan paparan klorin merupakan faktor utama yang memprediksi terjadinya dermatosis akibat kerja di kalangan pekerja di Rumah Potong Ayam Abu Bakar Lambogo di Kota Makassar.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | faktor risiko; dermatosis akibat kerja; pekerja rumah potong ayam. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan Dan Kesehatan Kerja |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 00:46 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 00:46 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54123 |
