HUSAEMA, MUTMAINNAH (2025) PENGARUH FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR PEKERJAAN TERHADAP KEJADIAN FATTY LIVER PADAPEGAWAI UNIVERSITAS HASANUDDIN = THE IMPACT OF PERSONAL AND WORK-RELATED FACTORS ON FATTY LIVER DISEASE AMONG UNIVERSITY STAFF: A STUDY AT UNIVERSITAS HASANUDDIN. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K032232002-x2PpV0zBbIc8NSTO-20260115191618.png
Download (41kB) | Preview
K032232002-1-2.pdf
Download (834kB)
K032232002-dp.pdf
Download (266kB)
K032232002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 December 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Fatty Liver merupakan bagian dari spektrum penyakit hati metabolik (MASLD) yang prevalensinya terus meningkat seiring dengan tingginya angka obesitas, dislipidemia, dan gangguan metabolik lainnya di kalangan pekerja. Universitas Hasanuddin sebagai institusi pendidikan tinggi dengan lingkungan kerja akademik dan administratif juga tidak terlepas dari risiko tersebut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat Fatty Liver dengan karakteristik individu dan faktor kerja pada pegawai Universitas Hasanuddin yang mengikuti Medical Check Up (MCU). Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden yang dipilih dari hasil MCU tahun 2024. Data diperoleh melalui rekam medis dan kuesioner terstruktur, meliputi variabel usia, jenis kelamin, status obesitas, dislipidemia, diabetes melitus, hipertensi, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol dan kopi, status kepegawaian, masa kerja, kebiasaan olahraga, serta unit kerja. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil. Sebagian besar responden mengalami Fatty Liver derajat ringan (73,1%), sementara 26,9% mengalami derajat sedang hingga berat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin (p =0,002), obesitas (p = 0,035), dislipidemia (p = 0,004), dan masa kerja (p = 0,015) memiliki hubungan signifikan terhadap derajat Fatty Liver. Dalam analisis multivariat, jenis kelamin (p = 0,002; OR = 10,167), dislipidemia (p = 0,010; OR = 18,295), dan obesitas (p = 0,049; OR = 6,358) terbukti signifikan sebagai faktor risiko dominan terhadap keparahan Fatty Liver. Kesimpulan. Jenis kelamin laki-laki, dislipidemia, dan obesitas merupakan faktor yang paling berhubungan secara statistik dengan tingkat keparahan fatty liver pada pegawai Universitas Hasanuddin. Penelitian lanjutan dengan jumlah data yang lebih besar dan rinci diperlukan untuk memperkuat bukti terkait pengaruh faktor metabolik dan pekerjaan dalam progresivitas MASLD.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Steatosis hepatik, dislipidemia, obesitas, jenis kelamin, masa kerja, pegawai |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan Dan Kesehatan Kerja |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 03:09 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 03:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54116 |
