THABRANI, NUR IQRAYANA (2025) Hubungan Konsumsi Pangan Enhancer Dan Inhibitor Penyerapan Zat Besi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Sinorang Dan Toili I Kabupaten Banggai Tahun 2023 = The Relationship between Consumption of Food Enhancers and Inhibitors of Iron Absorption with the Incidence of Anemia in Pregnant Women in the Work Area of the Sinorang and Toili I Health Centers, Banggai Regency in 2023. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021201007-jXDu1bTAKGBcSm8g-20260118220912.jpeg
Download (60kB) | Preview
K021201007-1-2.pdf
Download (449kB)
K021201007-dp.pdf
Download (252kB)
K021201007-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 December 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Pendahuluan : Anemia dalam kehamilan dapat meningkatkan kejadian kelahiran prematur dan BBLR yang dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting. Anemia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya faktor konsumsi ibu hamil. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan konsumsi pangan enhancer dan inhibitor penyerapan zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sinorang dan Puskesmas Toili I Kabupaten Banggai. Bahan dan Metode: penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-setional dengan sampel sebanyak 61 ibu hamil trimester 1 dan 2, teknik pengambilan sampel menggunakan total samplingya dengan menggunakan data primer dan sekunder melalui pengisian kuesioner melalui KoBo Collect, SQ-FFQ serta pemeriksaan Hemoglobin. Uji yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil : Hasil uji chi-square menunjukkan tidak adanya hubungan jumlah konsumsi enhancer protein (p= 0,266), vitamin A (p=0,963), dan Vitamin C (p=0,834) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya hubungan frekuensi enhancer protein (p=0,723), vitamin A (p=0,151), dan vitamin C (p=0,385) dengan kejadian anema pada ibu hamil. Hasil uji menunjukkan tidak adanya hubungan antara jumlah konsumsi inhibitor kalsium dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p=0,171). Hasil uji juga menunjukkan tidak adanya hubungan antara frekuensi konsumsi inhibitor kalsium (p=0,204), tanin (0.349), dan asam oksalat (p=0.649). Namun. Hasil uji menunjukkan adanya hubungan asam asam fitat (p=0.046) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Di mana, konsumsi asam fitat dapat mengikat zat besi yang masuk kedalam tubuh sehingga tidak bisa diserap. Kesimpulan : sebagian besar hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara konsumsi enhancer dan inhibitor zat besi seperti kalsium, tanin, dan asama oksalat dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja puskemsas sinorang dan toili I kecuali pada inhibitor (asam fitat). Sehingga diharapkan pada penelitian selanjutnya dilakukan observasi mendalam terkait konsumsi pangan dan Riwayat makan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Enhancer Zat Besi, Inhibitor Zat Besi, Anemia, Ibu Hamil |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 05:41 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 05:41 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54104 |
