NABILA, NABILA (2026) FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA SMPN 47 MAKASSAR TAHUN 2025 = Factors Associated With Risky Sexual Behavior Among Adolescent at SMPN 47 Makassar in 2025. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011221175-VNkrx2ML74nzq8ha-20260120143637.jpg
Download (332kB) | Preview
K011221175-1-2.pdf
Download (976kB)
K011221175-dp.pdf
Download (517kB)
K011221175-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 January 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Remaja adalah masa transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, mental, dan sosial yang seringkali mendorong perilaku berisiko, termasuk aktivitas seksual. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja adalah individu berusia 10–19 tahun. Selama rentang usia tersebut, masa remaja merupakan periode dengan tingkat risiko tertinggi. Penelitian WHO (World Health Organization) di beberapa negara berkembang menunjukkan bahwa 40% remaja berusia 18 tahun telah melakukan hubungan seksual. Selain itu, sekitar 12% remaja terdeteksi positif mengalami penyakit menular seksual dan sekitar 27% positif HIV. Setiap tahunnya, sekitar 50.000 remaja di dunia meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Berdasarkan data dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) tahun 2024 sebesar 50% perempuan dan > 70% laki-laki usia 15-19 tahun sudah pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Hasil Survei BKKBN tahun 2015 menunjukkan bahwa 47–54% remaja usia SMP–SMA di Kota Makassar pernah melakukan hubungan seksual dan 21% di antaranya pernah melakukan aborsi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja SMPN 47 Makassar Tahun 2025. Metode. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX di SMPN 47 Makassar berjumlah 782. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling dengan besar sampel sebesar 267 orang. Hasil. Hasil penelitian bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap (p=0,008), teman sebaya (p=0,023), dan paparan informasi pornografi (p=0,000), sedangkan, tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,642) dan peran orang tua (p=0,101) terhadap perilaku seksual berisiko remaja. Hasil Analisis Multivariat menggunakan uji regresi logistic binomial menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh yaitu Variabel sikap (p=0,013) dan variabel paparan informasi pornografi (p=0,000) Kesimpulan. dari penelitian bahwa tidak ada hubungan antara sikap dan pengetahuan dengan perilaku seksual berisiko, sedangkan sikap, teman sebaya, dan paparan informasi pornografi berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja SMPN 47 Makassar Tahun 2025.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perilaku Seksual Berisiko, Remaja, Sikap, Teman Sebaya, Paparan Pornografi, Makassar |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Feb 2026 01:35 |
| Last Modified: | 26 Feb 2026 01:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54075 |
