DZULKIFLI, DZULKIFLI (2025) PENGEMBANGAN KAPASITAS DALAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUM DESA) DI KABUPATEN MAMUJU TENGAH = CAPACITY DEVELOPMENT IN MANAGEMENT VILLAGE OWNED ENTERPRISES (BUM DESA) IN CENTRAL MAMUJU DISTRICT. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
E013222003-Cover.png
Download (276kB) | Preview
E013222003-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (539kB)
E013222003-dp(FILEminimizer).pdf
Download (122kB)
E013222003-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 18 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Dzulkifli. Pengembangan Kapasitas dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kabupaten Mamuju Tengah (dibimbing oleh Badu Ahmad dan Muh. Tang Abdullah) Penelitian ini menganalisis pengembangan kapasitas dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Mamuju Tengah dengan menggunakan kerangka teori pengembangan kapasitas organisasi. Penelitian kualitatif ini melibatkan 54 BUM Desa yang terdaftar di Kabupaten Mamuju Tengah melalui metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur dan semi- terstruktur dengan berbagai pemangku kepentingan. Sumber data sekunder meliputi dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga BUM Desa, laporan keuangan, dokumen perencanaan desa, regulasi pemerintah daerah, serta data statistik desa. Observasi dilakukan terhadap aktivitas operasional BUM Desa dan implementasi program di lapangan. Analisis data mengikuti proses iteratif pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan tiga permasalahan utama dalam dimensi pengembangan kapasitas. Pertama, kapasitas pengembangan sumber daya manusia belum memadai yang ditandai oleh keterbatasan anggaran dan intensitas pelatihan yang hanya dilaksanakan sekali per tahun, remunerasi pengurus yang sangat rendah dibandingkan standar upah minimum regional, kesenjangan digital dalam penguasaan teknologi, serta kesulitan merekrut tenaga berkualitas. Kedua, kapasitas penguatan organisasi belum optimal yang tercermin dari sistem insentif berbasis bagi hasil yang menciptakan ketidakpastian kompensasi, dominasi kepala desa dalam pengambilan keputusan strategis, lemahnya struktur manajerial, dan konflik kepentingan akibat peran ganda pengurus. Ketiga, kapasitas reformasi kelembagaan belum efektif yang dibuktikan dengan rendahnya perolehan status badan hukum yang hanya mencapai 7,4 persen dari total BUM Desa, minimnya dukungan regulasi di tingkat desa, serta lemahnya mekanisme kemitraan dengan sektor swasta. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penambahan dimensi keempat yaitu kapasitas kolaboratif dan menghasilkan model lima strategi komprehensif yang mencakup pengembangan regulasi nasional terintegrasi, reformulasi sistem kompensasi, implementasi program pelatihan terstruktur berbasis digitalisasi, penguatan kemitraan dengan sektor swasta, dan optimalisasi peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk meningkatkan efektivitas BUM Desa sebagai instrumen pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Keyword : Pengembangan Kapasitas, Badan Usaha Milik Desa, Kapasitas Kolaboratif, Ekonomi Pedesaan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Capacity Development, Village-Owned Enterprises, Collaborative Capacity, Rural Economy. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 02:37 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 02:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54034 |
