AKIL, FANIA RAHMA (2025) ISOLASI DAN KARAKTERISASI MIKROBA PENAMBAT NITROGEN (N) DAN PELARUT FOSFAT (P) DARI EKOSISTEM TANAH SAWAH DI KELURAHAN PALLANTIKANG KECAMATAN MAROS BARU KABUPATEN MAROS = ISOLATION AND CHARACTERIZATION OF NITROGEN (N) FIXING AND PHOSPHATE (P) SOLVING MICROBES FROM RICE FIELD SOIL ECOSYSTEMS IN PALLANTIKANG VILLAGE, MAROS BARU DISTRICT, MAROS REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G051221016-2Xt5S87k0Es9idnN-20260113111002.jpeg
Download (61kB) | Preview
G051221016-1-2.pdf
Download (653kB)
G051221016-dp.pdf
Download (271kB)
G051221016-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Nitrogen dan fosfat merupakan unsur hara yang esensial bagi produktivitas lahan sawah. Peran ini didukung oleh bakteri penambat N dan pelarut P. namun, praktik pembakaran lahan sawah dapat menurunkan populasi bakteri bermanfaat tersebut. Tujuan. Mengisolasi dan mengkarakterisasi mikroba penambat nitrogen (N) dan pelarut fosfor (P) dari tanah sawah pascabakar sisa panen di Kabupaten Maros sebagai upaya pemanfaatan mikroba lokal untuk meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan. Metode. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, berupa pengambilan sampel lalu melakukan analisis di laboratorium. Parameter yang diamati adalah KTK, P-total, N-total, C-Organik, pH dan Tekstur tanah, serta jenis dan karakteristik mikroba pelarut fosfat dan mikroba penambat nitrogen Hasil. Mikroba pengikat nitrogen lahan dengan pembakaran jauh dari jalan menunjukkan keanekaragaman tertinggi dengan 11 isolat dan populasi total terbesar mencapai 7,2 x 10⁷ CFU/g, dengan komunitas yang didominasi secara signifikan oleh bakteri Gram-positif. Sebaliknya, pada mikroba pelarut fosfat, lahan tanpa pembakaran terbukti unggul, memiliki 9 isolat yang seluruhnya mampu membentuk zona bening sebagai indikator aktivitas pelarutan fosfat. Meskipun total populasi pelarut fosfat di lahan lahan tanpa pembakaran lebih rendah (1 x 10⁷ CFU/g) Kesimpulan. Pembakaran menurunkan total populasi bakteri secara keseluruhan, di mana lahan tanpa pembakaran menunjukkan populasi tertinggi (2,4 x 10¹³ CFU/g) dan lahan tanpa pembakaran memiliki isolat yang mampu melarutkan fosfat yang jauh lebih baik pada isolat I1L3 dengan indeks pelarutan fosfat sebesar 3 cm Namun, praktik ini justru secara signifikan meningkatkan populasi bakteri fungsional yang spesifik.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mikroba, Kabupaten Maros, Pelarut Fosfat, Pengikat Nitrogen. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 02:30 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54033 |
