ANALISIS INDUKSI KETAHANAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP CEKAMAN SALINITAS OLEH SEMBILAN KONSORSIUM BAKTERI UNGGUL = ANALYSIS OF INDUCED RESISTANCE IN SHALLOT (Allium ascalonicum L.) AGAINST SALINITY STRESS BY NINE SELECTED BACTERIAL CONSORTIA


GASSING, SATRIANI (2026) ANALISIS INDUKSI KETAHANAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP CEKAMAN SALINITAS OLEH SEMBILAN KONSORSIUM BAKTERI UNGGUL = ANALYSIS OF INDUCED RESISTANCE IN SHALLOT (Allium ascalonicum L.) AGAINST SALINITY STRESS BY NINE SELECTED BACTERIAL CONSORTIA. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
G022221001-lXWZNar5xEod3B6s-20260121145517.jpg

Download (486kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
G022221001-1-2.pdf

Download (349kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
G022221001-dp.pdf

Download (212kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
G022221001-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Cekaman salinitas secara signifikan mengancam keberlanjutan budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.), terutama di wilayah tropis dataran rendah, dengan mengganggu proses fisiologis, biokimia, dan genetik pada tanaman. Untuk mengatasi tantangan ini, bibit bawang merah diberi perlakuan dengan rizobakteri pemacu pertumbuhan tanaman toleran garam (H-PGPR) pada konsentrasi 5 mL/L, yang diaplikasikan pada 15, 25, dan 35 hari setelah tanam (HST). Untuk memastikan reprodusibilitas, percobaan dilakukan di bawah kondisi lingkungan terkendali (27-29°C, kelembapan relatif hingga 80%). Selain itu, tanaman diberi perlakuan salinitas dengan larutan NaCl pada konsentrasi 2, 4, 6, dan 8 dS/m secara berturut-turut. Selanjutnya dilakukan PCR real-time kuantitatif (RT-qPCR) untuk menilai ekspresi gen yang terkait dengan toleransi salinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri terpilih menghasilkan ACC deaminase (ACCD) dan mampu bertahan pada tingkat salinitas hingga 80 dS/m. Menariknya, perlakuan H-PGPR menginduksi ekspresi gen aquaporin pada bawang merah di bawah kondisi salinitas, dengan ekspresi tertinggi diamati pada konsentrasi garam 4 dS/m. Analisis RT-qPCR menunjukkan bahwa ekspresi gen aquaporin meningkat secara signifikan sebagai respons terhadap induksi bakteri, dengan ekspresi puncak pada salinitas 4 dS/m, yang menunjukkan peran penting aquaporin dalam menjaga keseimbangan air dan homeostasis seluler selama terjadi cekaman osmotik. Temuan ini menegaskan bahwa H-PGPR dapat menginduksi toleransi salinitas pada bawang merah dengan mengaktifkan gen yang responsif terhadap cekaman, khususnya aquaporin, dan meningkatkan resiliensi fisiologis. Strategi mikroba ini menawarkan pendekatan berkelanjutan untuk memperluas budidaya bawang merah di daerah rawan salin, sehingga berkontribusi pada ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Allium ascalonicum L., PGPR halotoleran, gen ketahanan, salinitas, enzim ACC
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Ilmu Hama dan Peny. Tumbuhan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 25 Feb 2026 02:09
Last Modified: 25 Feb 2026 02:09
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54020

Actions (login required)

View Item
View Item