PENDEKATAN FEMINISME KRITIS DALAM KUALITAS LAYANAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI KABUPATEN LUWU = A CRITICAL FEMINIST APPROACH TO THE QUALITY OF SERVICES IN ADDRESSING VIOLENCE AGAINST WOMEN IN LUWU REGENCY


YULIANTI, NUR FITRI EKA (2026) PENDEKATAN FEMINISME KRITIS DALAM KUALITAS LAYANAN PENANGANAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DI KABUPATEN LUWU = A CRITICAL FEMINIST APPROACH TO THE QUALITY OF SERVICES IN ADDRESSING VIOLENCE AGAINST WOMEN IN LUWU REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E012232036-Cover.jpg

Download (383kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
E012232036-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (990kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E012232036-dp(FILEminimizer).pdf

Download (199kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
E012232036-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 19 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas layanan penanganan kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Luwu melalui pendekatan Feminisme Kritis, dengan berfokus pada Teori Administrasi Publik Feminis Camilla Stivers. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap informan kunci seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), UPT PPA, dan korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun layanan telah menunjukkan kemajuan dalam aspek relasional dan interpersonal-seperti pendekatan empatik, penggunaan informed consent, dan responsivitas awal-namun secara struktural masih menghadapi tantangan mendasar. Ketiadaan shelter (rumah aman) dan layanan psikologis khusus, tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis dan forum koordinasi rutin antar-lembaga, serta bias gender yang mengakar dalam paradigma penyelesaian kasus (seperti mediasi yang mengutamakan rekonsiliasi keluarga) menjadi penghambat utama bagi pemberdayaan korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan tersebut masih bersifat paradoks: progresif di tingkat mikro, tetapi terbelenggu oleh kegagalan makro-struktural yang membatasi otonomi, pemulihan holistik, dan akuntabilitas berbasis korban. Rekomendasi difokuskan pada pembangunan kemitraan untuk layanan dasar, penyusunan SOP sederhana, reformasi sistem umpan balik korban, serta pelatihan berperspektif gender bagi petugas.

Kata Kunci: Kekerasan terhadap Perempuan, Layanan Publik, Feminisisme Kritis, Administrasi Publik Feminis, Kabupaten Luwu.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Violence Against Women, Public Service, Critical Feminism, Feminist Public Administration, Luwu Regency.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 25 Feb 2026 02:06
Last Modified: 25 Feb 2026 02:06
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54018

Actions (login required)

View Item
View Item