T, ROSMITA RAHMAN (2026) Community Governance Dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kota Makassar = Community Governance in Empowering Persons with Disabilities in Makassar City. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
E012221008-Cover.jpg
Download (195kB) | Preview
E012221008-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (285kB)
E012221008-dp(FILEminimizer).pdf
Download (167kB)
E012221008-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 19 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Rosmita Rahman T. Community Governance dalam Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kota Makassar (dibimbing oleh Alwi) Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan community governance dalam pemberdayaan penyandang disabilitas yang dilakukan oleh komunitas PerDIK (Pergerakan Difabel Indonesia Untuk Kesetaraan) di Kota Makassar. Pendekatan yang digunakan ialah konsep Totikidis, Armstrong & Francis (2005) yang mencakup tiga elemen utama yaitu community leadership, empowerment dan ownership. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan komunitas PerDIK, Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Makassar, serta analisis dokumen dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas PerDIK telah menerapkan prinsip-prinsip community governance secara nyata. Dalam aspek community Leadership, kepemimpinan komunitas dibangun dari dalam oleh penyandang disabilitas sendiri yang memiliki pengalaman advokasi dan fisi perubahan sosial. Dalam aspek community empowerment, PerDIK aktif dalam memberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, akses Pendidikan, serta penguatan kapasitas individu difabel. Sementara itu, dalam aspek community ownership seluruh program dirancang, dijalankan dan dikontrol langsung oleh komunitas untuk kepentingan kolektif anggotanya. Namun, pelaksanaan community governance dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain stigma masyarakat terhadap disabilitas, minimnya sumber daya, keberagaman kebutuhan penyandang disabilitas, serta lemahnya implementasi dan monitoring kebijakan dari pemerintah. Kerja sama antara komunitas dan instansi pemerintah seperti Dinas Sosial, Dinas Ketenagakerjaan dan Bappedatelah terjalin, namun implementasinya masih belum optimal dan belum berdampak signifikan terhadap pemenuhan hak-hak difabel. Dapat disimpulkan bahwa community governance yang dijalankan oleh komunitas PerDIK berperan penting dalam mendorong kemandirian dan kesetaraan difabel di Kota Makassar. Penguatan kolaborasi yang lebih inklusif antara komunitas dan pemerintah menjadi kunci utama untuk mewujudkan pembangunan yang responsif terhadap hak dan kebutuhan penyandang disabilitas.
Kata kunci: Community governance, Pemberdayaan Disabilitas, Komunitas PerDIK
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Community governance, disability empowerment, PerDIK community. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Administrasi Publik |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 01:47 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 01:47 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/54002 |
