JS, NURHAFIZAH (2026) Pertumbuhan dan produksi tanaman melon (cucumis melo l.) pada pengaplikasian trichokompos kohe kuda dan ekstrak daun kelor = Growth and production of melon plants (Cucumis melo L.) following the application of horse manure trichocompost and Moringa leaf extract. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G011211020-L8dkIYgabfzwKBNV-20260121143951.jpeg
Download (70kB) | Preview
G011211020-1-2.pdf
Download (144kB)
G011211020-dp.pdf
Download (137kB)
G011211020-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 January 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Produksi melon di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2020 hingga 2024 yang diduga karena menurunnya kesuburan tanah yang disebabkan oleh penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan produksi melon, salah satunya dengan memanfaatkan pupuk organik yaitu kohe kuda sebagai sumber peningkatan unsur hara dan ekstrak daun kelor sebagai biostimulan alami dalam budidaya melon. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perlakuan trichokompos kohe kuda dan ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan dan produksi buah melon. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan smart exfarm Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin pada Mei hingga Agustus 2025. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk rancangan Faktorial dua Faktor dalam Rancangan Acak Kelompok dengan faktor pertama yaitu trichokompos kohe kuda (K) dan faktor kedua yaitu ekstrak daun kelor (D) dengan masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan. Hasil. Perlakuan trichokompos kohe kuda dan ekstrak daun kelor berinteraksi terhadap bobot buah, lingkar buah, diameter buah, dan ketebalan daging buah. Perlakuan trichokompos kohe kuda berpengaruh nyata terhadap diameter batang, umur berbunga, luas daun, indeks klorofil, jumlah bakal buah, dan kadar brix. Perlakuan ekstrak daun kelor berpengaruh terhadap kadar brix. Kesimpulan. Interaksi perlakuan trichokompos kohe kuda 320 g/tanaman dengan ektrak daun kelor 40 mL/tanaman memberikan hasil rata-rata tertinggi pada parameter bobot buah, lingkar buah, diameter buah, dan ketebalan daging buah. Trichokompos kohe kuda 320 g/tanaman memberikan hasil rata-rata tertinggi pada parameter diameter batang, umur berbunga, luas daun, indeks klorofil, jumlah bakal buah, dan kadar brix. Ektrak daun kelor 40 mL/tanaman memberikan hasil rata rata tertinggi pada parameter kadar brix.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ekstrak daun kelor; pertumbuhan; produksi buah; trichokompos kohe kuda |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 01:13 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 01:13 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53996 |
