Uji Interaksi Patogen yang Diisolasi dari Cabang Kakao Terhadap Insidensi Mati Ranting = Interaction Test of Pathogens Isolated from Cacao Branches on the Incidence of Dieback Disease


stiqamah, Nur I (2025) Uji Interaksi Patogen yang Diisolasi dari Cabang Kakao Terhadap Insidensi Mati Ranting = Interaction Test of Pathogens Isolated from Cacao Branches on the Incidence of Dieback Disease. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
G011191381-eO06UCsmucqdJKIQ-20260121173130.jpeg

Download (63kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
G011191381-1-2.pdf

Download (365kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
G011191381-DP.pdf

Download (204kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
G011191381-FULLLL.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 November 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Setiap tahun kerugian akibat serangan penyakit pada tanaman kakao dapat mencapai jutaan rupiah pada tiap hektar tanaman, infeksi patogen secara tunggal maupun bersamaan dengan patogen lainnya akan berpengaruh terhadap insidensi penyakit kakao. Pada koinfeksi, interaksi antarpatogen dapat terjadi berupa interaksi persaingan, netral, hingga sinergis. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak infeksi tunggal dan interaksi beberapa patogen terhadap insidensi penyakit mati ranting pada tanaman kakao. Metode. Penelitian ini dibagi empat tahap, yakni: 1) pembuatan media Potato Dextrose Agar (PDA); 2) perbanyakan isolat cendawan; 3) inokulasi pada tanaman; dan 4) reisolasi cendawan. Hasil. Insidensi mati ranting tertinggi diperoleh pada perlakuan kombinasi Lt Fo Fd yang mencapai 65,88%, sedangkan insidensi terendah terdapat pada perlakuan kontrol yakni 18,28%. Tanaman yang terserang penyakit mengalami kerusakan internal berupa nekrotik pembuluh pada jaringan batang yang selanjutnya menunjukkan adanya kolonisasi cendawan saat diisolasi. Kesimpulan. Interaksi cendawan berpengaruh terhadap insidensi penyakit mati ranting pada tanaman kakao di lapangan, koinfeksi patogen dapat mengakibatkan insidensi penyakit yang lebih tinggi dibandingkan infeksi tunggal. Hal ini karena adanya interaksi kompleks yang turut dipengaruhi oleh mekanisme pertahanan inang, kondisi lingkungan, serta variasi patogen yang terlibat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Infeksi tunggal; koinfeksi patogen; kolonisasi; nekrotik
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Feb 2026 06:33
Last Modified: 24 Feb 2026 06:33
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53985

Actions (login required)

View Item
View Item