ASMAYANI, NURUL (2026) Keanekaragaman dan Sebaran Jamur Makroskopis pada Hutan Karst di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung = Diversity and Distribution of Macrofungi in the Karst Forest of Bantimurung Bulusaraung National Park. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M031211028-8QjSB7nHxvRC23bq-20260120105456.jpg
Download (368kB) | Preview
M031211028-1-2.pdf
Download (404kB)
M031211028-dp.pdf
Download (193kB)
M031211028-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Jamur makroskopis merupakan komponen penting dalam ekosistem hutan karena berperan sebagai dekomposer yang mengendalikan siklus materi dan menyediakan nutrisi bagi organisme lain. Namun, informasi mengenai keanekaragaman jamur pada ekosistem karst, terutama di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, masih terbatas. Tujuan. Untuk mengungkap keanekaragaman dan sebaran jamur makroskopis pada mikrohabitat yang berbeda di hutan karst Karaenta serta mendokumentasikan spesies jamur makroskopis yang ada di kawasan tersebut. Metode. Penelitian dilakukan pada Februari–April 2025 di 10 jalur pengamatan yang mewakili variasi mikrohabitat berdasarkan topografi, substrat dan komposisi vegetasi. Pengamatan jamur dilakukan menggunakan jalur berukuran 10×50 m, dilengkapi dengan pengukuran luas penutupan koloni, frekuensi sebaran, dan faktor lingkungan seperti suhu, pH tanah, kelembaban tanah, penutupan tajuk dan data curah hujan. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 182 spesies jamur makroskopis yang tergolong ke dalam 16 ordo dan 48 famili. Jalur 9 memiliki keanekaragaman tertinggi (61 spesies) sedangkan jalur 2 memiliki keanekaragaman terendah (27 spesies). Frekuensi sebaran menunjukkan bahwa sebagian besar spesies memiliki keterdapatan terbatas, di mana 85 spesies hanya ditemukan pada satu jalur, sedangkan Auricularia polytricha merupakan satu-satunya spesies yang ditemukan pada seluruh jalur pengamatan. Variasi keanekaragaman antar jalur dipengaruhi oleh perbedaan mikrohabitat, terutama komposisi vegetasi, ketersediaan jenis substrat kayu, penutupan tajuk dan kelembaban mikro. Hasil analisis similaritas Motyka menunjukkan tingkat kemiripan komunitas jamur yang rendah antar jalur, menandakan tingginya heterogenitas ekologi pada kawasan karst. Kesimpulan. Ekosistem karst Karaenta memiliki keanekaragaman jamur makroskopis yang tinggi dan sangat dipengaruhi oleh variasi mikrohabitat dan kondisi lingkungan. Temuan ini menegaskan pentingnya konservasi mikrohabitat karst yang memiliki peran besar dalam menjaga keberagaman jamur.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Jamur makroskopis; Keanekaragaman spesies; Sebaran jamur; Mikrohabitat; Karst; Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 06:31 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 06:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53982 |
