AYUNINGTYAS, ALISHAH PRAMUDITA AYUNINGTYAS (2025) Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh dan Pengaruhnya Terhadap Kerapatan Sel Penyusun Kayu Acacia crassicarpa = The Use of Plant Growth Regulators and Their Effect on the Cell Density of Acacia crassicarpa Wood. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
M021211060-nErLyMSGTU3ZBKgw-20260112181701.jpeg
Download (40kB) | Preview
M021211060-1-2.pdf
Download (259kB)
M021211060-dp.pdf
Download (125kB)
M021211060-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 December 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Acacia crassicarpa merupakan tanaman cepat tumbuh dan potensial sebagai bahan baku pulp dan kertas yang banyak digunakan di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Namun, untuk memenuhi permintaan bahan baku tersebut diperlukan teknik perbanyakan tanaman yang efektif, salah satunya melalui kultur jaringan dengan penggunaan zat pengatur tumbuh. ZPT berperan penting dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan kerapatan sel penyusun kayu, yang merupakan faktor penting bagi kualitas kayu sebagai bahan pulp dan kertas. Tujuan: mengamati dan menganalisis konsentrasi yang baik digunakan untuk multiplikasi tanaman A. Crassicarpa menggunakan golongan sitokinin dan auksin berupa NAA, BAP serta ascorbic acid serta pengaruhnya terhadap kerapatan sel penyusun kayu yang dihasilkan. Metode: Penelitian dimulai dari tahapan sterilisasi alat, pembuatan media, persiapan eksplan, inisiasi eksplan, multiplikasi eksplan dan pengamatan, parameter pengamatan meliputi jumlah helai daun, tinggi tanaman, dan pengukuran kerapatan sel penyusun kayu pada bagian batang. Data yang diperoleh dilakukan analisis ragam (ANOVA) menggunakan program SPSS. Hasil: Media MS0 dengan penambahan BAP (Benzyl Amino Purine) 1 ppm dan 5 ppm menghasilkan jumlah daun dan tinggi tanaman terbaik, masing-masing rata-rata jumlah daun hingga 10,67 helai dan tinggi tanaman hingga 5,13 cm. Sedangkan media MS yang diberikan penambahan ascorbic acid (asam askorbat) cenderung menurunkan kerapatan sel penyusun kayu, di mana media tanpa ascorbic acid menghasilkan kerapatan sel penyusun kayu tertinggi dengan nilai rata-rata mencapai 0,82 g/cm³. Secara statistik, penambahan ascorbic acid menghasilkan kerapatan sel penyusun kayu lebih rendah dengan rata-rata berkisar 0,5 g/cm³ sampai 0,12 g/cm³ dibandingkan kontrol tanpa ascorbic acid memiliki nilai rata-rata 0,72 g/cm³. Kesimpulan: Kombinasi zat pengatur tumbuh (MS+1 PPM BAP) dan (MS+5 PPM BAP) merupakan media yang paling baik digunakan sebagai multiplikasi tanaman A. crassicarpa. Media (MS+1 PPM BAP) memiliki respon yang paling baik terhadap helai daun, tinggi tanaman dan kerapatan sel penyusun kayu planlet A. crassicarpa. Tanaman A. crassicarpa yang diperbanyak dengan teknik kultur jaringan dan diperuntukkan sebagai bahan baku pulp sebaiknya tidak menggunakan tambahan asam askorbat dalam media tumbuhnya
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Acacia crassicarpa, Kerapatan Sel, Zat Pengatur Tumbuh, Multiplikasi, Kultur jaringan |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 06:26 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 06:26 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53979 |
