OPTIMASI INDUKSI KALUS PELAWAN (TRISTANIA SPP.) SECARA IN VITRO = OPTIMIZATION OF CALLUS INDUCTION OF PELAWAN (TRISTANIA SPP.) IN VITRO


RABBANIAH, AISYAH MUJAHIDAH (2026) OPTIMASI INDUKSI KALUS PELAWAN (TRISTANIA SPP.) SECARA IN VITRO = OPTIMIZATION OF CALLUS INDUCTION OF PELAWAN (TRISTANIA SPP.) IN VITRO. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
M021211042-INmQf7vA3Pl6Jb2r-20260119213725.png

Download (22kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
M021211042-1-2.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
M021211042-dp.pdf

Download (243kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
M021211042-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

AISYAH MUJAHIDAH RABBANIAH. Optimasi Induksi Kalus Pelawan (Tristania spp.) secara In Vitro. (Dibimbing oleh Siti Halimah Larekeng dan Nur A’ida) Latar belakang: Pelawan (Tristania spp.) merupakan tanaman dengan nilai ekonomi tinggi yang terancam akibat degradasi habitat dan pertumbuhan lambat. Kultur jaringan melalui induksi kalus menjadi alternatif untuk perbanyakan massal tanaman ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan konsentrasi zat pengatur tumbuh 2,4-D dan BAP dalam menginduksi kalus pelawan secara in vitro. Metode: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan konsentrasi 2,4-D (0, 2, 2,5, 3, 3,5, dan 4 ppm) dikombinasikan dengan BAP 0,5 ppm pada media MS, masing-masing lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi waktu tumbuh kalus, persentase hidup eksplan, tekstur, warna, dan berat kalus. Hasil: Penelitian menunjukkan perlakuan M5 (MS + 4 ppm 2,4-D + 0,5 ppm BAP) menginduksi kalus paling cepat dengan rata-rata 9 hari setelah tanam secara kompak. Perlakuan M5 dan M2 (MS + 2,5 ppm 2,4-D + 0,5 ppm BAP) memberikan persentase hidup eksplan tertinggi sebesar 80% dengan berat kalus masing-masing 0,058 gram dan 0,052 gram. Seluruh kalus yang terbentuk memiliki tekstur kompak dengan warna dominan kuning kehijauan, menandakan aktivitas pembelahan sel yang optimal. Media kontrol tanpa penambahan ZPT tidak menginduksi kalus. Kesimpulan: Penggunaan 2,4-D sebanyak 4 ppm dan BAP sebanyak 0,5 ppm dalam media MS merupakan kombinasi yang optimal untuk menginduksi kalus pelawan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Pelawan, Kultur Jaringan, Induksi Kalus, 2,4-D, BAP.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Feb 2026 06:13
Last Modified: 24 Feb 2026 06:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53978

Actions (login required)

View Item
View Item