Pengaruh Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Eucalyptus pellita = The Effect of Combination of Plant Growth Regulators on the Growth of Eucalyptus Pellita in Vitro


HAIRAH, NUR (2026) Pengaruh Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Eucalyptus pellita = The Effect of Combination of Plant Growth Regulators on the Growth of Eucalyptus Pellita in Vitro. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER]
Preview
Image (COVER)
M021211038-k0IEspjYMy1HOoiW-20260119135618.jpg

Download (160kB) | Preview
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
M021211038-1-2.pdf

Download (203kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
M021211038-dp.pdf

Download (119kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
M021211038-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 January 2028.

Download (892kB)

Abstract (Abstrak)

NUR HAIRAH. Pengaruh Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Eucalyptus pellita secara In Vitro. (dibimbing oleh Muhammad Restu dan Nur A’ida,) Latar Belakang: Eucalyptus pellita merupakan tanaman cepat tumbuh yang banyak dikembangkan sebagai bahan baku pulp pada hutan tanaman industri. Namun, untuk memenuhi kebutuhan bibit unggul dalam jumlah besar dan seragam diperlukan teknik perbanyakan yang efisien, salah satunya melalui kultur jaringan. Zat pengatur tumbuh (ZPT) berperan penting dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara in vitro. Kombinasi sitokinin dan auksin diketahui mampu mempengaruhi proses multiplikasi tunas. Tujuan: mengamati dan menganalisis pengaruh kombinasi konsentrasi ZPT BAP dan NAA terhadap pertumbuhan Eucalyptus pellita secara in vitro pada tahap multiplikasi. Metode: Penelitian dimulai dari tahap sterilisasi alat, pembuatan media, persiapan eksplan, inisiasi eksplan, multiplikasi, serta pengamatan parameter pertumbuhan yang meliputi waktu muncul tunas, waktu muncul daun, jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi planlet. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan program SPSS. Hasil: Media MS dengan penambahan BAP 4,0 ppm dan NAA 0,01 ppm memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan E. pellita, ditunjukkan oleh waktu muncul tunas tercepat, jumlah tunas tertinggi, dan jumlah daun terbanyak. Perlakuan tanpa penambahan ZPT cenderung menghasilkan tinggi planlet lebih tinggi dibandingkan perlakuan dengan BAP dan NAA. Secara statistik, kombinasi ZPT berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun, dan tinggi planlet, namun tidak berpengaruh nyata terhadap waktu muncul daun. Kesimpulan: Kombinasi zat pengatur tumbuh BAP 4,0 ppm dan NAA 0,01 ppm merupakan media terbaik untuk tahap multiplikasi Eucalyptus pellita secara in vitro. Teknik kultur jaringan dapat digunakan sebagai metode perbanyakan E. pellita untuk menghasilkan bibit unggul yang seragam dalam jumlah besar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: BAP, Eucalyptus pellita, Kultur Jaringan, Multiplikasi, NAA, Zat Pengatur Tumbuh
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Rekayasa Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 24 Feb 2026 06:32
Last Modified: 24 Feb 2026 06:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53977

Actions (login required)

View Item
View Item