MAHMUD, MAHMUD (2025) PENGEMBANGAN MODEL TATA KELOLA SISTEM AGROSILVOPASTORAL DALAM PROGRAM HKM UNTUK MENUNJANG PENGELOLAAN HUTAN LESTARI (STUDI KASUS: DI DESA GUNUNG SILANU KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO) = DEVELOPMENT OF AGROSILVOPASTURE SYSTEM GOVERNANCE MODEL IN THE HKM PROGRAM TO SUPPORT SUSTAINABLE FOREST MANAGEMENT (CASE STUDY: IN GUNUNG SILANU VILLAGE, BANGKALA DISTRICT, JENEPONTO REGENCY). Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
M013201003-HioKWEZnXrdLtFxu-20260116225313.jpeg
Download (69kB) | Preview
M013201003-1-2.pdf
Download (872kB)
M013201003-dp.pdf
Download (71kB)
M013201003-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 June 2027.
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
Kawasan Hutan Lindung Gunung Silanu di Kabupaten Jeneponto menghadapi tekanan sosial-ekologis yang semakin kompleks akibat konversi tutupan lahan, aktivitas perambahan, dan ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap sumber daya hutan. Di sisi lain, belum optimalnya tata kelola yang adaptif dan partisipatif menyebabkan degradasi kawasan terus berlanjut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi eksisting-mozaik bentang alam kawasan hutan lindung, (2) mengkaji pola pemanfaatan kawasan oleh masyarakat beserta faktor sosial-ekonominya, (3) mengidentifikasi faktor-faktor pendorong perambahan, dan (4) merancang model tata kelola berbasis agrosilvopastur yang adaptif terhadap kondisi lokal. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed methods (kuantitatif dan kualitatif), dengan teknik analisis yang meliputi evaluasi spasial biofisik (SIG), analisis faktor sosial ekonomi dan ketergantungan ekologi (SEM dan analisis tematik), serta pemodelan tata kelola menggunakan SWOT dan Logical Framework Approach (LFA). Lokasi penelitian difokuskan pada tiga desa penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Hasil penelitian menunjukkan antara Tahun 2014-2023, >26,2% kawasan hutan telah terdegradasi menjadi lahan pertanian, dan nilai kesuburan tanah yang rendah. Masyarakat memanfaatkan kawasan secara adaptif namun eksploitatif, dengan ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap kawasan hutan. Faktor utama pendorong perambahan meliputi lemahnya akses legal lahan, rendahnya pendapatan, dan keterbatasan program pemberdayaan. Model agrosilvopastural yang dirancang mengintegrasikan zonasi fungsional (agroforestri, silvopastura, konservasi), penguatan kelembagaan lokal, serta strategi peningkatan kapasitas dan akses teknologi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan hutan berbasis partisipasi lokal dan integrasi sistem pertanian-kehutanan-peternakan sebagai strategi adaptif untuk menjembatani kebutuhan ekonomi masyarakat dan fungsi konservasi kawasan secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hutan lindung, pemanfaatan kawasan, perambahan, agrosilvopastur, tata kelola partisipatif, Gunung Silanu. |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 06:01 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 06:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53972 |
