MUNANDAR, YOGI SRI (2025) ANALISIS SIMPANAN DAN POTENSI EKONOMI KARBON DI HUTAN KEMASYARAKATAN DESA BAITO, KABUPATEN KONAWE SELATAN = ANALYSIS OF CARBON STORAGE AND ECONOMIC POTENTIAL IN FORESTS OF THE BAITO VILLAGE COMMUNITY, SOUTH KONAWE REGENCY. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
M012231014-3rH1hUnVWeycXK5M-20260121142854.jpg
Download (219kB) | Preview
M012231014-1-2.pdf
Download (525kB)
M012231014-fulll.pdf
Download (4MB)
M012231014-dp.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 December 2027.
Download (260kB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Analisis simpanan karbon di Hutan Kemasyarakatan serta bagaimana kondisi biofisik dan nilai ekonomi dalam skema perdagangan karbon masih belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur vegetasi, karakteristik biofisik tanah,serta estimasi simpanan dan nilai ekonomi karbon pada berbagai tipe tutupan lahan di kawasan Hkm Mepokoaso, Kabupaten Konawe Selatan. Pengambilan data dilakukan pada lima tutupan lahan representatif, yaitu hutan sekunder, hutan pinus, agroforestry, kebun kelapa, dan kelapa sawit. Analisis vegetasi dilakukan dengan metode petak berdasarkan tingkat pertumbuhan (pohon, tiang, pancang) untuk memperoleh nilai kerapatan, frekuensi, dominansi, nilai penting (INP), dan Indeks Keanekaragaman. Analisis tanah mencakup pengukuran sifat kimia (N, P, K, C-organik, pH), sifat fisik (bulk density, permeabilitas, porositas) yang dianalisis di laboratorium. Estimasi biomassa dan tanah dilakukan melalui persamaan alometrik, kemudian dikonversi ke nilai karbon menggunakan standar SNI. Uji korelasi antar parameter biofisik dan cadangan karbon dilakukan menggunakan SPSS dan Minitab 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan sekunder dan agroforestry memiliki komposisi dan struktur vegetasi paling beragam. Hutan sekunder memiliki karakteristik tanah lebih baik dengan tingkat kepadatan rendah, porositas permeabilitas, N,P,K yang lebih tinggi dibandingkan tutupan lahan lainnya dan Agroforestry menunjukkan kandungan nitrogen tertinggi. Cadangan karbon tertinggi terdapat pada hutan pinus sebesar 130.53 tC/ha, diikuti hutan sekunder 98.47 tC/ha dan terendah kelapa sawit muda 13.99 tC/ha. Variabel C-organik, porositas, dan bulk density merupakan parameter biofisik yang paling berkontribusi terhadap variasi cadangan karbon pada masing masing tutupan lahan, dengan beberapa hubungan menunjukkan signifikan. Valuasi ekonomi karbon menunjukkan bahwa hutan pinus dan hutan sekunder memiliki nilai ekonomi tertinggi pada skema perdagangan karbon, seiring dengan dominasi cadangan karbon pada komponen AGB dan tanah.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Vegetasi, biofisik tanah, biomassa, cadangan karbon, ekonomi karbon, hutan kemasyarakatan |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kehutanan > Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 05:53 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 05:53 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53967 |
