PENGUKURAN EROSI PADA PERTANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS = Measurement of Erosion in Corn Plantations in Tanralili Sub-district, Maros District


NURFATAH, MUH. ISHAQ (2025) PENGUKURAN EROSI PADA PERTANAMAN JAGUNG DI KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS = Measurement of Erosion in Corn Plantations in Tanralili Sub-district, Maros District. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G011201248-lgIYucxeMEZDW0af-20260112134255.jpg

Download (340kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011201248-1-2.pdf

Download (432kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011201248-dp.pdf

Download (201kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G011201248-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 December 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Erosi tanah merupakan penyumbang terbesar terjadinya degradasi lahan. Praktek budidaya tanaman khususnya tanaman semusim seperti jagung di lahan berlereng dapat meningkatkan potensi terjadinya erosi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari berapa besar laju erosi pada pertanaman jagung di Kec. Tanralili, Kab. Maros. Metode. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Toddopulia, Kec. Tanralili, Kab. Maros dan Laboratorium Fisika Tanah, Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian pada bulan Maret-April dengan metode pengukuran langsung plot erosi. Pembuatan dua plot dengan ukuran panjang 5 m dan lebar 2 m pada pertanaman jagung untuk pengukuran aliran permukaan dan erosi dan ombrometer sederhana untuk pengukuran curah hujan. Hasil. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan selama 45 hari, diperoleh sebanyak 11 hari kejadian hujan yang mengakibatkan terjadinya aliran permukaan dan erosi. Hasil pengkuran aliran permukaan pada plot 1 yang terbesar terjadi pada pengamatan ke-7 yaitu 21,3 m3/ha dan yang terkecil terjadi pada pengamatan ke-5 yaitu 1,1 m3/ha adapun pada plot 2 hasil pengukuran aliran permukaan yang terbesaar terjadi pada pengamatan ke-7 yaitu 21,3 m3/ha dan yang terkecil terjadi pada pengamatan ke-5 yaitu 1,5 m3/ha Hasil pengukuran erosi pada plot 1 yang terbesar terjadi pada pengamatan ke-1 yaitu 0,052 ton/ha dan hasil pengukuran erosi terkecil terjadi pada pengamatan ke-5 yaitu sebesar 0,002 ton/ha. Adapun pada plot 2, hasil pengukuran erosi terbesaar terjadi pada pengamatan ke-8 yaitu 0,022 ton/ha dan hasil pengamatan erosi terkecil terjadi pada pengamatan ke-5 yaitu 0,004 ton/ha. Kesimpulan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, total nilai aliran permukaan yang terjadi selama pengamatan pada pada plot 1 adalah 179,6 m3/ha dan pada plot 2 sebesar 175,9 m3/ha, sedangkan hasil pengukuran erosi yang dilakukan selama pengamatan menunjukkan, kuantitas erosi pada plot 1 adalah 0,210 ton/ha dan pada plot 2 sebesar 0,186 ton/ha.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: aliran permukaan, curah hujan, erosi, plot
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 24 Feb 2026 06:43
Last Modified: 24 Feb 2026 06:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53885

Actions (login required)

View Item
View Item