Uji Efektivitas Isolat Cendawan Antagonis Secara In Vitro Terhadap Cendawan Patogen Pyricularia Oryzae Dan Pengaruhnya Terhadap Fisiologi Tanaman Padi = In Vitro Effectiveness Test Of Antagonistic Fungal Isolates Against The Pathogenic Fungus Pyricularia Oryzae And Its Effect On Rice Plant Physiology


AHYAR, MUHAMMAD ICHWAN (2025) Uji Efektivitas Isolat Cendawan Antagonis Secara In Vitro Terhadap Cendawan Patogen Pyricularia Oryzae Dan Pengaruhnya Terhadap Fisiologi Tanaman Padi = In Vitro Effectiveness Test Of Antagonistic Fungal Isolates Against The Pathogenic Fungus Pyricularia Oryzae And Its Effect On Rice Plant Physiology. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G061211017-MeQ0JNUhk14nuXyp-20260102093946.jpeg

Download (135kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G061211017-1-2.pdf

Download (525kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G061211017-dp.pdf

Download (299kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G061211017-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 December 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Penyakit blas yang disebabkan oleh Pyricularia oryzae merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi di Indonesia yang dapat menurunkan hasil hingga lebih dari 50%. Penggunaan fungisida kimia yang berlebihan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memicu resistensi patogen, sehingga diperlukan alternatif pengendalian hayati yang lebih ramah lingkungan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas cendawan antagonis Penicillium sp. dan Aspergillus sp. dalam menekan pertumbuhan P. oryzae secara in vitro dan in vivo, serta menilai pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan ketahanan tanaman padi. Metode. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penyakit Tanaman dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Uji in vitro menggunakan metode dual culture untuk mengamati diameter koloni dan daya hambat, sedangkan uji in vivo dilakukan pada tanaman padi dengan dua sistem irigasi untuk mengukur parameter pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa Aspergillus sp. memiliki daya hambat tertinggi terhadap P. oryzae rentan 60-70% pada 11 HSI, sedangkan Penicillium sp. menunjukkan daya hambat sedang antara 34–75%. Pada uji in vivo, perlakuan Aspergillus sp. (A1P1) menghasilkan berat akar tertinggi (1,16 g) dan terendah pada A5P2 (0,09 g). Kesimpulan. Kedua cendawan antagonis tersebut berpotensi sebagai agen hayati pengendali penyakit blas sekaligus sebagai biofertilizer yang mendukung pertanian padi berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: antagonisme; Aspergillus; InVitro; InVivo; Penicillium; padi
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 24 Feb 2026 01:32
Last Modified: 24 Feb 2026 01:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53874

Actions (login required)

View Item
View Item