Peranan Saksi Pelaku Yang Bekerja Sama (Justice Collaborator) dalam Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika = The Role of Cooperating Witnesses (Justice Collaborators) in the Disclosure of Narcotics Crimes.


AMAL, ANDI MUJAHIDAH (2025) Peranan Saksi Pelaku Yang Bekerja Sama (Justice Collaborator) dalam Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika = The Role of Cooperating Witnesses (Justice Collaborators) in the Disclosure of Narcotics Crimes. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Sampul]
Preview
Image (Sampul)
B012212026-KcnRqxaCNsX8B7FV-20260122104645.jpeg

Download (185kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B012212026-1-2.pdf

Download (826kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B012212026-dp.pdf

Download (409kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
B012212026-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 December 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Peredaran gelap narkotika di Indonesia telah berkembang menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir dan sulit diungkap. Kondisi ini menuntut inovasi dalam penegakan hukum, salah satunya melalui penerapan peran justice collaborator sebagai saksi pelaku yang bekerja sama untuk membuka jaringan kejahatan narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan justice collaborator dalam pengungkapan tindak pidana narkotika serta mengkaji bentuk perlindungan hukum yang diterapkan terhadapnya.Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, analitis, dan teoritis. Bahan hukum primer berasal dari peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, sedangkan bahan hukum sekunder meliputi literatur, jurnal, serta dokumen resmi lainnya yang relevan. Analisis bahan hukum dilakukan secara kualitatif dengan teori kepastian hukum dan teori perlindungan hukum sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan: (1) peranan justice collaborator dalam pengungkapan tindak pidana narkotika belum memiliki kepastian hukum yang kuat karena adanya disharmoni antara SEMA No. 4 Tahun 2011, UU Perlindungan Saksi dan Korban, serta UU Narkotika, sehingga penerapannya tidak seragam di kalangan aparat penegak hukum; (2) bentuk perlindungan hukum terhadap justice collaborator masih terbatas, baik preventif (perlindungan identitas dan keamanan) maupun represif (penghargaan dan pengurangan hukuman). Penelitian ini menyimpulkan perlunya harmonisasi regulasi, kejelasan mekanisme penetapan, serta penguatan sistem perlindungan hukum agar peran justice collaborator dapat optimal dalam pemberantasan tindak pidana narkotika di Indonesia.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Justice Collaborator, Perlindungan Hukum, Tindak Pidana Narkotika.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 24 Feb 2026 01:14
Last Modified: 24 Feb 2026 01:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53870

Actions (login required)

View Item
View Item