PENGARUH SUHU TERHADAP KUALITAS FISIK JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) DENGAN MENGGUNAKAN BATCH DRYER = The Effect of Temperature on the Physical Quality of White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) Using Batch Dryer


HASTUTI, HASTUTI (2025) PENGARUH SUHU TERHADAP KUALITAS FISIK JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) DENGAN MENGGUNAKAN BATCH DRYER = The Effect of Temperature on the Physical Quality of White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) Using Batch Dryer. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G041211036-OhzI5S0AXkCrTc8K-20260122162943.jpg

Download (163kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G041211036-1-2.pdf

Download (228kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G041211036-dp.pdf

Download (153kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
G041211036-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan komoditas hortikultura yang digemari masyarakat karena kandungan gizinya yang tinggi dan manfaat kesehatannya. Kendala utama pada jamur tiram putih adalah kadar airnya yang tinggi sehingga mudah rusak dan cepat menurun kualitasnya setelah panen, sehingga diperlukan penanganan pascapanen yang tepat. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu pengeringan matahari, suhu 45 °C, 50 °C dan 55 °C, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, susut bobot, laju pengeringan, kekerasan dan warna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan menggunakan batch dryer terhadap kualitas fisik jamur tiram putih serta menentukan suhu pengeringan yang optimal. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap semua parameter jamur tiram putih. Suhu 45 °C menghasilkan proses pengeringan yang lebih lambat dengan susut bobot dan laju pengeringan rendah tetapi mampu mempertahankan warna dan tekstur. Suhu 55 °C menghasilkan laju pengeringan tercepat dan susut bobot tertinggi, namun menurunkan kecerahan (L*) dan meningkatkan kekerasan secara signifikan. Sedangkan suhu 50 °C menunjukkan hasil paling optimal karena dapat menurunkan kadar air hingga <12% (bb) dengan laju pengeringan stabil serta perubahan warna dan tekstur yang lebih seimbang. Kesimpulan penelitian ini adalah suhu 50 °C pada batch dryer merupakan kondisi terbaik untuk mempertahankan kualitas fisik jamur tiram putih selama pengeringan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Batch Dryer, Jamur, Suhu Pengeringan.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 23 Feb 2026 06:23
Last Modified: 23 Feb 2026 06:26
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53848

Actions (login required)

View Item
View Item