Analisis Komunikasi Orang Tua dalam Pengawasan Kepada Anak Nomophobia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah = ANALYSIS PARENTAL COMMUNICATION IN SUPERVISING NOMOPHOBIC CHILDREN IN MIMIKA REGENCY, CENTRAL PAPUA


GHAZALI, KHANZA AZIZAH SALZABILA (2025) Analisis Komunikasi Orang Tua dalam Pengawasan Kepada Anak Nomophobia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah = ANALYSIS PARENTAL COMMUNICATION IN SUPERVISING NOMOPHOBIC CHILDREN IN MIMIKA REGENCY, CENTRAL PAPUA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of sampul]
Preview
Image (sampul)
E021211082-0zrtfwk7bp65TPvh-20250618170343.png

Download (677kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
E021211082-1-2.pdf

Download (942kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
E021211082-dp.pdf

Download (272kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
E021211082-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola komunikasi dalam keluarga, terutama dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan gadget di kalanggan anak-anak. Salah satu dampak dari penggunaan berlebihan tersebut adalah munculnya fenomena nomophobia ketakutan berlebihan jika tidak menggunakan atau tidak membawa ponsel. Fenomena ini menjadi tantangan baru bagi orang tua dalam membangun komunikasi yang efektif guna mengawasi dan membimbing anak.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pola komunikasi yang diterapkan oleh orang tua dalam membimbing anak yang menunjukkan kecenderungan nomophobia, dan (2) mengidentifikasi hambatan yang dihadapi oleh orang tua dalam membangun komunikasi efektif. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap kepada enam keluarga(bapak, ibu, dan anak) dikumpulkan selama dua bulan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola komunikasi dua arah dan kolaboratif, dengan pendekatan yang menekankan pada keterbukaan, empati, dan dukungan, sebagaimana dijelaskan dalam teori Joseph A. DeVito. Namun demikian, hambatan seperti kesibukan orang tua, minimnya literasi digital, serta kurangnya kontrol terhadap konten yang dikonsumsi anak menjadi tantangan utama.Kesimpulan. komunikasi interpersonal yang terbuka dan partisipatif sangat diperlukan dalam pengawasan penggunaan gadget anak guna meminimalkan risiko nomophobia dan membentuk karakter digital yang sehat. Diperlukan peran aktif dari keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi digital yang suportif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Komunikasi orang tua, pengawasan orang tua, Nomophobia, Mimika, gadget, literasi digital.
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 23 Feb 2026 05:55
Last Modified: 23 Feb 2026 05:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53831

Actions (login required)

View Item
View Item