SYIHAN, FAIQ (2026) Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Gabus (Channa Striata) Pada Formulasi Bubur Mp-Asi Berbasis Tepung Beras Merah Berkecambah (Oryza Nivara L.) Sebagai Pangan Fungsional = THE EFFECT OF ADDITIONAL SNAKEFISHERY (Channa striata) FLOUR ON THE FORMULATION OF GERMINATED RED RICE FLOUR-BASED COMPLETE FOOD (Oryza nivara L.) AS A FUNCTIONAL FOOD. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G031211004-JyusL71eNWjaqtPK-20260120141456.jpg
Download (377kB) | Preview
G031211004-1-2.pdf
Download (262kB)
G031211004-dp.pdf
Download (147kB)
G031211004-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 January 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) termasuk salah satu makanan padatan tambahan yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan pada bayi ketika sudah mulai menginjak usia 6-24 bulan. Penggunaan beras merah berkecambah dalam pembuatan bubur instan dapat memberikan berbagai macam manfaat bagi kesehatan pada bayi. Selain itu, penggunaan ikan gabus dapat nilai nutrisi berupa protein yang bermanfaat. Tujuan: Untuk mengembangkan formulasi MP-ASI berbahan dasar tepung beras merah berkecambah dengan penambahan tepung ikan gabus dan protein albumin ikan gabus dan untuk mengetahui sifat fisiko-kimia dari produk MP-ASI yang dihasilkan. Metode: terdiri dari tahap pembuatan bubur instan dengan konsentrasi tepung beras merah berkecambah dan tepung ikan gabus A1 (95:5), A2 (90:10), A3 (85:15) lalu dilanjutkan dengan analisis karakteristik fisik dan kimia meliputi proksimat, daya serap air, waktu rehidrasi, dan organoleptik. Hasil: Karakteristik fisikokimia pada perlakuan terbaik A2 (Tepung Beras Merah Berkecambah 90% + Tepung Ikan Gabus 10%) yaitu memiliki daya serap air 1,80 mL/g, waktu rehidrasi 17,66 s, kadar air 11,22%, kadar abu 1,82%, kadar protein 19,42%, kadar lemak 2,51%, kadar karbohidrat 66,14%, kadar serat 1,57%, dan kadar GABA 140,96 mg/100 g. Tingkat kesukaan tertinggi pada pengujian organoleptik dengan panelis mahasiswa paramter kenampakan 4,19, aroma 3,96, tekstur 3,67, dan rasa 3,75, sedangkan panelis ibu bayi parameter kenampakan 4,11, aroma 3,94, tekstur 3,78, dan rasa 3,67. Semantara itu, Tingkat Kecukupan Gizi (TKG) pada bubur bayi instan memperoleh hasil protein 58,27%, lemak 3,23%, karbohidrat 28,34%, dan 6,48% yang berada pada persentase dibawah 80% AKG. Kesimpulan: Penambahan tepung ikan gabus memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik fisik dan kimia bubur MP-ASI, meliputi kadar protein, lemak, karbohidrat, kadar abu, kadar serat, waktu rehidrasi, serta kandungan GABA. Semakin tinggi proporsi tepung ikan gabus, semakin meningkat kadar protein dan kandungan GABA pada produk. Formulasi terbaik bubur bayi instan berdasarkan pengujian fisikokimia dan organoleptik, yaitu terdapat pada perlakuan A2 (Tepung beras merah berkecambah 90% + Tepung ikan gabus 10%).
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bubur bayi instan, tepung ikan gabus, tepung beras merah |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknologi Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 04:11 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 04:11 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53775 |
