HAYAT, MUHAMMAD SYAHRUL (2026) PENGARUH PENAMBAHAN CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) DAN JENIS EMULSI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK EDIBLE FILM BERBASIS PATI SAGU (Metroxylon sagu) HASIL MODIFIKASI ENZIMATIK = THE EFFECT OF CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) ADDITION AND TYPE OF EMULSION ON THE PHYSICAL PROPERTIES OF ENZYMATICALLY MODIFIED SAGO-STARCH (Metroxylon sagu) EDIBLE FILMS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G031211029-iHSnD6a5qf9OGs7m-20260113030045.jpg
Download (422kB) | Preview
G031211029-1-2.pdf
Download (317kB)
G031211029-dp.pdf
Download (166kB)
G031211029-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 January 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Pati sagu berpotensi sebagai bahan baku edible film, namun memiliki keterbatasan berupa kelarutan rendah dan interaksi antarmolekul yang kuat sehingga membatasi aplikasinya sebagai kemasan instan. Modifikasi melalui hidrolisis dapat meningkatkan kelarutan, tetapi berisiko menurunkan stabilitas akibat peningkatan penyerapan air. Oleh karena itu, diperlukan penambahan bahan dengan formulasi yang tepat untuk menghasilkan edible film yang sesuai sebagai bahan pengemas. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik edible film berbasis pati sagu dan untuk mengetahui perlakuan terbaik yang diperoleh pada masing-masing emulsi. Metode: Pati sagu terlebih dahulu dimodifikasi, kemudian dibuat edible film berdasarkan perlakuan, lalu pengujian fisik (ketebalan, kelarutan, laju transmisi uap air (LTUA), dan kuat tarik), dilanjutkan uji Two-way ANOVA dengan uji lanjut metode Duncan. Setelah itu, dilakukan uji Desirability Function Analysis (DFA) untuk mencari perlakuan terbaik lalu diamati dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil: Edible film dengan pengemulsi gum xantan memberikan hasil, yaitu tidak berpengaruh signifikan terhadap ketebalan, kelarutan, dan kuat tarik edible film (p > 0,05). Namun, CMC berpengaruh signifikan terhadap LTUA (p = 0,039), sementara gum xantan dan interaksinya tidak berpengaruh nyata (p > 0,05). Sedangkan edible film dengan pengemulsi lesitin memberikan hasil, yaitu tidak berpengaruh signifikan terhadap ketebalan (p > 0,05), sedangkan pada kelarutan faktor CMC (p = 0,004) dan lesitin (p = 0,033) berpengaruh signifikan, tetapi interaksinya tidak. CMC juga berpengaruh signifikan terhadap LTUA (p = 0,043), sedangkan lesitin dan interaksinya tidak (p > 0,05), dan pada kuat tarik hanya CMC yang berpengaruh signifikan (p = 0,049), sementara lesitin dan interaksinya tidak (p > 0,05). Hasil SEM menunjukkan edible film kontrol memiliki permukaan relatif halus, namun masih terdapat partikel yang belum terdispersi. Sampel 0,3% CMC : 0,5% gum xantan menghasilkan struktur film yang lebih kompak dan homogen, meskipun masih terlihat aglomerat kecil akibat interaksi antarmolekul polimer sedangkan, sampel 0,1% CMC : 0,5% lesitin menunjukkan permukaan halus dengan keberadaan gelembung akibat uap air atau gas yang terperangkap. Kesimpulan: Edible film yang dihasilkan oleh CMC dengan pengemulsi gum xantan memiliki ketebalan 0,18 – 0,25 mm, kelarutan 31,39 – 44,76%, 2,16 – 3,16 mPa, dan LTUA 0,24 – 0,29 g/m2/d, sedangkan edible film yang dihasilkan oleh CMC dengan tambahan lesitin memiliki ketebalan 0,12 – 0,18 mm, kelarutan 28,26 – 51,54%, 1,27 – 2,05 mPa, dan LTUA 0,24 - 0.29 g/m2/d dan perlakuan terbaik berdasarkan DFA pada edible film oleh CMC dengan tambahan gum xantan adalah A2B1², sedangkan edible film oleh CMC dengan tambahan lesitin adalah A1B2².
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | CMC; edible film; gum xantan; lesitin |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknologi Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 06:26 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 06:26 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53763 |
