SYAPUTRI, NUR ADIENA (2025) Skena musik rock : preferensi musik rock terhadap gaya berpakaian mahasiswa di FISIP UNHAS = Rock scene: Rock music preferences and fashion styles at FISIP UNHAS students. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E071201029-xEbnXNt1HvfIReKM-20250407004120.jpeg
Download (988kB) | Preview
E071201029-1-2.pdf
Download (127kB)
E071201029-dp.pdf
Download (41kB)
E071201029-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 March 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Musik rock telah lama menjadi simbol perlawanan terhadap norma sosial yang kaku, mengekspresikan kebebasan individu, dan menjadi alat yang efektif untuk menyuarakan keresahan terhadap berbagai aspek dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya. Sejak kemunculannya, musik rock tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi para penggemarnya untuk mengungkapkan pandangan dan perasaan mereka, yang seringkali bertentangan dengan struktur sosial yang mapan. Salah satu ekspresi yang paling jelas terlihat dari pengaruh musik rock adalah gaya berpakaian para penggemarnya, yang menjadi bagian integral dari identitas mereka. Dalam skena musik rock, fashion tidak hanya berfungsi sebagai tampilan visual yang mencolok, tetapi juga sebagai medium yang menyampaikan pesan ideologis yang lebih dalam, seperti kebebasan berekspresi dan penolakan terhadap konformitas. Artikel ini mengkaji hubungan antara musik rock, fashion, dan ekspresi diri mahasiswa FISIP UNHAS, dengan menyoroti bagaimana gaya berpakaian mereka yang sering kali mengedepankan warna hitam, simbol-simbol seperti tengkorak, serta desain yang terinspirasi dari subkultur rock menjadi bentuk perlawanan terhadap norma sosial- politik yang ada dalam masyarakat. Melalui lensa konsep habitus dan praksis dari Pierre Bourdieu, artikel ini menjelaskan bagaimana latar belakang sosial dan pengalaman hidup mahasiswa membentuk pola perilaku, sikap, dan preferensi mereka dalam memilih gaya berpakaian yang mencerminkan sikap kritis mereka terhadap struktur sosial yang ada. Habitus berperan penting dalam membentuk pola-pola ekspresi diri yang tidak terbatas pada norma konvensional, sementara praksis mencerminkan tindakan nyata yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk merefleksikan posisi mereka dalam masyarakat. Dalam hal ini, pemilihan pakaian menjadi sarana utama bagi mahasiswa FISIP UNHAS untuk menegaskan identitas diri mereka sebagai individu yang memiliki pandangan hidup independen dan berani menantang ketidakadilan serta ketidaksetaraan sosial. Secara keseluruhan, artikel ini menunjukkan bahwa gaya berpakaian yang terinspirasi dari musik rock bukan hanya sekadar tren fashion semata, tetapi merupakan ekspresi yang lebih dalam dari sikap sosial, ideologi, dan nilai-nilai yang terbentuk melalui pengalaman mereka dalam konteks sosial dan politik yang lebih luas, serta bagaimana fashion dapat menjadi sarana untuk mengkomunikasikan perlawanan terhadap struktur sosial yang ada.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Subkultur, musik rock, fashion, ekspresi diri, kebebasan individu, habitus, praksis, simbol. |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi Sosial |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 06:39 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 06:39 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53685 |
