MA'ARIF, AGUNG (2025) DAMPAK CHINA PLUS ONE STRATEGY TERHADAP PEREKONOMIAN NEGARA-NEGARA DI KAWASAN ASIA TENGGARA (Studi Kasus Negara Thailand, Vietnam dan Indonesia) = THE IMPACT OF CHINA PLUS ONE STRATEGY ON THE ECONOMY OF COUNTRIES IN SOUTHEAST ASIA (Case Study of Thailand, Vietnam and Indonesia). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
E061191116-1cWzyFhKMIvO4SbL-20250429134457.jpg
Download (42kB) | Preview
E061191116-1-2.pdf
Download (358kB)
E061191116-dp.pdf
Download (102kB)
E061191116-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 April 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Agung Ma’arif, E061191116, “Dampak China Plus One Strategy Terhadap Perekonomian Negara-Negara di Kawasan Asia Tenggara (Studi Kasus Negara Thailand, Vietnam dan Indonesia)”, dibimbing oleh Prof. H. Darwis, MA, Ph.D dan Aswin Baharuddin, S.IP, MA pada Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin. China Plus One Strategy merupakan strategi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional untuk mengurangi ketergantungan mereka kepada Tiongkok sebagai pusat manufaktur utama di dunia saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, strategi ini semakin populer , terutama setelah ketegangan perdagangan yang melibatkan Tiongkok seperti perang dagang Tiongkok dan AS dan adanya pandemi COVID-19. Strategi ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan global dengan menambahkan negara atau wilayah lain selain Tiongkok dalam produksi dan distribusi barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk implementasi China Plus One di Asia Tenggara serta implikasi atau dampak yang ditimbulkan oleh China Plus One Strategy ini terhadap perekonomian negara-negara di kawasan Asia Tenggara, khususnya pada negara Thailand, Vietnam dan Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, penelitian ini berargumen bahwa China Plus One Strategy meningkatkan produksi pada sektor manufaktur kendaraan listrik serta sektor logistik. Selain itu, dampak yang dihadirkan oleh China Plus One Strategy ini selain diversifikasi risiko, juga pada munculnya akses ke pasar baru yang menjadikan negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini sebagai alternatif dari Tiongkok sebagai negara manufaktur teratas di dunia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | China Plus One, Asia Tenggara, Foreign Direct Investment, Global Supply Chain |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 05:58 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 05:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53665 |
