SURJATMODJO, DWI (2025) KOMUNIKASI STRATEGIK BADAN INTELIJEN NEGARA (BIN) DALAM MENYIKAPI ISU-ISU PROVOKATIF SELAMA PROSES PEMILU 2024 DI INDONESIA (Suatu Analisis Isu Media dan Demonstrasi Jalanan) = STRATEGIC COMMUNICATION OF THE STATE INTELLIGENCE AGENCY (BIN) IN ADDRESSING PROVOCATIVE ISSUES DURING THE 2024 ELECTION PROCESS IN INDONESIA (An Analysis of Media Issues and Street Demonstrations). Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
E033222008-BoOSWaV1PwbNIKxy-20250514103311.jpg
Download (313kB) | Preview
E033222008-1-2.pdf
Download (1MB)
E033222008-dp.pdf
Download (46kB)
E033222008-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 May 2027.
Download (9MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi Badan Intelijen Negara (BIN) dalam menghadapi isu-isu provokatif selama Pemilu 2024 di Indonesia. Meningkatnya penggunaan media sosial selama pemilu menjadikan isu-isu provokatif sebagai tantangan serius bagi stabilitas nasional yang memerlukan pendekatan komunikasi strategis. Tujuan Penelitian menganalisis bentuk isu provokatif, peran dan langkah BIN, hambatan yang dihadapi, serta mengembangkan model komunikasi strategis dalam penanganan isu provokatif. Metode Penelitian Menggunakan kualitatif dengan pendekatan post-positivisme, penelitian dilakukan di lima kota besar (Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, dan Makassar) melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan pola penyebaran isu provokatif bervariasi dengan narasi dominan berupa tuduhan kecurangan pemilu. BIN mengimplementasikan pendekatan multi-dimensi melalui sistem pemantauan media sosial, kontra-narasi strategis, koordinasi dengan platform digital, dan operasi psikologis terbatas. Penelitian mengidentifikasi hambatan struktural, teknologi, legal, dan kredibilitas dalam implementasi strategi komunikasi. Kesimpulan Berdasarkan temuan, dikembangkan model ORSIDES (Orchestrated Strategic Intelligence for Democracy and Electoral Security) yang menempatkan BIN sebagai integrator dalam ekosistem penanganan isu provokatif. Model ini menekankan pendekatan whole-of-government dalam menghadapi tantangan disinformasi di era digital, dengan rekomendasi untuk penguatan kapabilitas teknologi dan transformasi institusional BIN.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komunikasi strategik, intelijen negara, isu provokatif, pemilu, media sosial |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 02:54 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 02:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53647 |
