BUGIS PERANTAU DAN WARGA LOKAL STUDI INTEGRASI ETNIS DI KABUPATEN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR DARI PERSPEKTIF KOMUNIKASI ANTARBUDAYA = BUGIS NOMADS AND LOCAL RESIDENTS ETHNIC INTEGRATION STUDY IN MALAKA DISTRICT, EAST NUSA TENGGARA FROM THE PERSPECTIVE OF INTERCULTURAL COMMUNICATION


MAESURAH, SITTI (2025) BUGIS PERANTAU DAN WARGA LOKAL STUDI INTEGRASI ETNIS DI KABUPATEN MALAKA, NUSA TENGGARA TIMUR DARI PERSPEKTIF KOMUNIKASI ANTARBUDAYA = BUGIS NOMADS AND LOCAL RESIDENTS ETHNIC INTEGRATION STUDY IN MALAKA DISTRICT, EAST NUSA TENGGARA FROM THE PERSPECTIVE OF INTERCULTURAL COMMUNICATION. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E033211006-yFLduZxlXgehQfYO-20250416212806.jpg

Download (248kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
E033211006-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E033211006-dp.pdf

Download (213kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
E033211006-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 February 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Abstrak SITTI MAESURAH. Bugis Migrants and Local Residents. A Study of Ethnic Integration in Malaka Regency, East Nusa Tenggara from the Perspective of Intercultural Communication (dibimbing oleh, Muhammad Farid, dan Hafied Cangara). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara mendalam proses integrasi etnis antara Bugis perantau dan warga lokal di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, dari perspektif komunikasi antarbudaya. Fokus penelitian meliputi aspek perdagangan, pertanian, perikanan, seni budaya, dan perkawinan yang dianalisis menggunakan teori akulturasi, asimilasi, dan adaptasi budaya. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji interaksi simbolik melalui bahasa, tata krama, dan artefak budaya seperti arsitektur dan pakaian adat, serta tanggapan dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan akademisi terhadap hasil integrasi. Metodologi penelitian mengadopsi paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif, menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Berbagai teori komunikasi antarbudaya, seperti Teori Akulturasi, Manajemen Kecemasan/Ketidakpastian, dan Interaksi Simbolik, digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara Bugis perantau dan warga lokal menghasilkan harmoni sosial yang kompleks. Akulturasi terlihat dalam perpaduan tradisi, teknik, dan praktik budaya, seperti pengelolaan perdagangan, metode pertanian, dan seni budaya. Asimilasi terlihat dari kolaborasi dalam seni pertunjukan dan upaya perkawinan lintas etnis. Adaptasi budaya menguatkan ikatan sosial melalui penyesuaian dalam bahasa dan tata krama, menciptakan kesepahaman lintas budaya. Respon pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, tokoh agama, adat, dan akademisi, mendukung integrasi dengan program inklusif, dialog antaragama, dan perlindungan nilai lokal. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi etnis di Kabupaten Malaka tidak hanya memperkaya keragaman budaya tetapi juga menciptakan sinergi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Proses akulturasi, asimilasi, dan adaptasi memperlihatkan bahwa komunikasi antarbudaya dapat menjadi alat yang efektif untuk menciptakan masyarakat multietnis yang harmonis, inklusif, dan produktif.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 18 Feb 2026 02:38
Last Modified: 18 Feb 2026 02:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53643

Actions (login required)

View Item
View Item