DIVANOVSKY, JILAN (2025) Analisis Self Disclosure Mahasiswa Tingkat Akhir Dalam Menjaga Kesehatan Mental di Universitas Hasanuddin = Analysis of Final-Year Students' Self-Disclosure in Maintaining Mental Health at Hasanuddin University. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
E021211035-twTFz6YGokvnWmZh-20250703091637.png
Download (887kB) | Preview
E021211035-dp.pdf
Download (164kB)
E021211035-1-2.pdf
Download (377kB)
E021211035-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Mahasiswa tingkat akhir menghadapi berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional yang berpotensi mengganggu kesehatan mental mereka. Proses penyusunan skripsi, tuntutan kelulusan, serta ekspektasi dari lingkungan sekitar seringkali menjadi pemicu munculnya stres, kecemasan, bahkan depresi. Dalam kondisi tersebut, self disclosure atau keterbukaan diri menjadi salah satu mekanisme penting yang dapat membantu mahasiswa melepaskan beban mental dan memperoleh dukungan emosional dari orang-orang terdekat. Fenomena ini penting diteliti untuk memahami bagaimana mahasiswa akhir membangun komunikasi interpersonal dalam menjaga stabilitas psikologis mereka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui proses self disclosure mahasiswa tingkat akhir dalam menjaga kesehatan mental di Universitas Hasanuddin, dan (2) untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam melakukan self disclosure selama menjalani proses akademik akhir. Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Universitas Hasanuddin. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, seperti status sebagai mahasiswa akhir dan pengalaman menghadapi tekanan psikologis selama menyusun skripsi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil. Penelitian ini menemukan bahwa proses self disclosure dilakukan mahasiswa melalui berbagai bentuk komunikasi interpersonal, baik secara langsung maupun tidak langsung. Proses ini mencerminkan lima dimensi utama: jumlah, valensi, akurasi, niat, dan kedalaman informasi yang dibagikan. Self disclosure menjadi strategi koping yang membantu mahasiswa merasa didengar, dimengerti, dan mendapat dukungan emosional. Namun, proses ini tidak lepas dari tantangan, seperti rasa takut dihakimi, kurangnya kepercayaan terhadap lawan bicara, serta adanya stigma terhadap masalah kesehatan mental. Hambatan-hambatan ini membuat sebagian mahasiswa memilih untuk menutup diri dan menahan beban psikologisnya sendiri. Kesimpulan. Self disclosure merupakan mekanisme penting yang digunakan mahasiswa tingkat akhir untuk menjaga kesehatan mental, terutama dalam menghadapi tekanan akademik. Proses ini dipengaruhi oleh kedekatan emosional, kepercayaan, dan kenyamanan dalam berinteraksi. Namun, tantangan seperti ketakutan sosial dan minimnya dukungan lingkungan menghambat keterbukaan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan lingkungan kampus yang aman, empatik, dan bebas stigma agar mahasiswa merasa lebih leluasa untuk berbagi dan mengelola kesehatan mentalnya secara sehat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Self Disclosure, Komunikasi Antarpribadi, Kesehatan Mental |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 01:59 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 01:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53635 |
