Pengaruh Pola Asuh Keluarga pada Pembentukan Perilaku Anak di Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo = The Influence of Family Parenting on the Formation of Children's Behaviour in Tompotikka Sub-District, Wara District, Palopo City


PUPUT, PUPUT (2025) Pengaruh Pola Asuh Keluarga pada Pembentukan Perilaku Anak di Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo = The Influence of Family Parenting on the Formation of Children's Behaviour in Tompotikka Sub-District, Wara District, Palopo City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E031181016-NyWImPqYCri0Xcok-20250519095906.jpg

Download (339kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
E031181016-1-2.pdf

Download (508kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E031181016-dp.pdf

Download (289kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
E031181016-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 May 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh keluarga terhadap pembentukan perilaku anak di Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena sosial yang menunjukkan beragam pola perilaku anak yang mencerminkan pola asuh yang berbeda, seperti perilaku agresif, ketidakmandirian, atau kurangnya kontrol diri, yang diduga kuat dipengaruhi oleh cara orang tua mendidik anak di lingkungan keluarga. Teori yang digunakan adalah teori tindakan sosial Max Weber, yang menekankan pentingnya makna subjektif dalam tindakan orang tua dan anak dalam proses interaksi sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sebanyak 95 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua di Kelurahan Tompotikka memiliki latar belakang pendidikan menengah ke bawah (SD,SMP,SMA), dengan hanya 19% yang mengenyam pendidikan tinggi (D3,D4, dan S1). Yang mana orang tua dengan pendidikan yang lebih tinggi cenderung lebih memahami pendekatan pengasuhan berbasis dialog, penghargaan, dan komunikasi dua arah. Sebaliknya, orang tua dengan pendidikan rendah cenderung menerapkan pola pengasuhan konvensional seperti otoriter dan permisif. Pada Kelurahan Tompotikka pola asuh yang paling dominan diterapkan adalah pola asuh demokratis, ditandai dengan tingginya keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan dan pembiasaan anak untuk mengerjakan tugas secara mandiri. Namun, ditemukan pula praktik pola asuh permisif, seperti tidak adanya hukuman ketika anak berbicara kasar dan kurangnya pengawasan terhadap pergaulan anak. Hal ini mengindikasikan adanya variasi pendekatan pengasuhan yang berdampak langsung terhadap pembentukan perilaku anak, baik dari segi tanggung jawab, kedisiplinan, hingga kontrol diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pola asuh keluarga secara signifikan berpengaruh terhadap pembentukan perilaku anak, di mana pengasuhan yang demokratis cenderung membentuk anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan mampu bersosialisasi dengan baik, sementara pengasuhan permisif atau otoriter cenderung menghasilkan perilaku yang kurang adaptif secara sosial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pola Asuh, Perilaku Anak, Tindakan Sosial
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 18 Feb 2026 02:01
Last Modified: 18 Feb 2026 02:01
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53634

Actions (login required)

View Item
View Item