PUTERI, AURA AWALIANI (2025) STRATEGI KOMUNIKASI PUSKESMAS PACCERAKKANG DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PIN (PEKAN IMUNISASI NASIONAL) POLIO DI KOTA MAKASSAR = COMMUNICATION STRATEGY OF PACCERAKKANG COMMUNITY HEALTH CENTER IN IMPLEMENTING THE PIN (NATIONAL IMMUNIZATION WEEK) POLIO PROGRAM IN MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
E021211022-zKl1iodZh8bPH4LA-20250704154844.jpg
Download (173kB) | Preview
E021211022-1-2.pdf
Download (440kB)
E021211022-dp.pdf
Download (159kB)
E021211022-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 July 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Penyakit polio masih menjadi tantangan serius dalam bidang kesehatan masyarakat, meskipun Indonesia pernah mendapatkan status bebas polio. Seiring munculnya kembali kasus polio di beberapa daerah, termasuk kasus yang dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), pemerintah mengadakan program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio sebagai upaya pencegahan. Puskesmas Paccerakkang berperan aktif dalam pelaksanaan PIN Polio di wilayah Makassar, khususnya Kecamatan Biringkanaya. Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui strategi komunikasi Puskesmas Paccerakkang dalam pelaksanaan program PIN Polio, dan (2) Mengetahui hambatan yang dihadapi oleh Puskesmas Paccerakkang dalam pelaksanaan program PIN Polio. Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci, serta dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi Puskesmas Paccerakkang mencakup berbagai pendekatan seperti penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah, penyebaran video edukasi melalui grup WhatsApp guru dan masyarakat, pemanfaatan media sosial resmi dan pribadi tenaga kesehatan, penggunaan media cetak (brosur dan pamflet), serta kerjasama dengan tokoh masyarakat untuk menjangkau wilayah RW dan RT. Puskesmas juga melakukan sweeping ke rumah warga untuk memastikan cakupan imunisasi. (2) Terjadi beberapa hambatan yang dihadapi meliputi hambatan semantik (kesalahpahaman masyarakat tentang perbedaan antara imunisasi rutin dan PIN Polio) dan hambatan perilaku (keraguan masyarakat terhadap keamanan vaksin serta persepsi negatif akibat hoaks). Rekomendasi penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi komunikasi berbasis komunitas dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi yang konsisten, kolaboratif, dan berbasis saluran komunikasi yang sesuai dengan karakteristik lokal.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Strategi Komunikasi, Difusi Inovasi, Hambatan Komunikasi, Imunisasi Polio, PIN Polio |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 01:48 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 01:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53628 |
