SYAMSUDDIN, ST.YAUMIL RAMADHANI (2026) ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA PEMBUATAN VIDEO PORNOGRAFI YANG DIUNGGAH DI MEDIA SOSIAL ELEKTRONIK (Studi Kasus Putusan 23/Pid.B/2022/PN.Wat) = Juridical Analysis of The Criminal Offense Of Producing Pornographic Videos Uploaded On Electronic Sosial Media (A Case Study Of Decision 23/Pid.B/2022/PN.Wat. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B011221248-R2prPSsymCl6XaZz-20260121123642.jpeg
Download (88kB) | Preview
B011221248-1-2.pdf
Download (337kB)
B011221248-dp.pdf
Download (127kB)
B011221248-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 January 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ST.YAUMIL RAMADHANI (B011221248) dengan Judul “ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA PEMBUATAN VIDEO PORNOGRAFI YANG DIUNGGAH DI MEDIA SOSIAL ELEKTRONIK (Studi Kasus Putusan 23/Pid.B/2022/PN.Wat)”. Dibawah bimbingan Hijrah Adhyanti Mirzana selaku Pembimbing Utama. Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi dan media sosial mendorong meningkatnya pembuatan dan penyebaran video pornografi melalui sarana elektronik, yang menimbulkan persoalan hukum terkait kualifikasi tindak pidana, penerapan norma hukum, dan pertanggungjawaban pelaku, khususnya bagi pembuat atau model dalam konten tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis tindak pidana pembuatan video pornografi yang di unggah di media sosial elektronik dengan studi kasus putusan 23/Pid.B/2022/PN.Wat, serta menelaah pertimbangan hukum Hakim dalam menjatuhkan putusan. Metode: Penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Bahan hukum yang digunakan yuridis normatif lalu diolah secara preskriptif-normatif. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa perbuatan pembuatan video pornografi yang diunggah ke media sosial telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, sementara aspek penyebarannya beririsan dengan ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Namun, dalam putusan yang dikaji, hakim hanya menerapkan Undang-Undang Pornografi tanpa mengkonstruksikan penerapan kumulatif atau concursus realis. Kesimpulan : Pertimbangan hakim dalam perkara tersebut masih berfokus pada satu sistem hukum, sehingga membuka ruang diskusi mengenai optimalisasi penerapan concursus realis dan ketepatan kualifikasi perbuatan dalam perkara pornografi berbasis media sosial.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Model Pornografi, Media Sosial Elektronik, Pertanggungjawaban pidana |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 01:01 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 01:01 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53605 |
