HIDAYAT, AMRI (2025) ANALISIS TEKNO-EKONOMI PADA UNIT PRODUKSI OLAHAN KAKAO (Studi Kasus Unit Pengolahan Kakao PT Untuk Indonesia Hijau di Kabupaten Polewali Mandar) = TECHNO-ECONOMIC ANALYSIS OF COCOA PROCESSING PRODUKTION UNITS (Case Study of PT Untuk Indonesia Hijau Cocoa Processing Unit in Polewali Mandar Regency). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G052211004-qfVbsva8MXkIzUCd-20250811104633.jpg
Download (419kB) | Preview
G052211004-1-2.pdf
Download (517kB)
G052211004-dp.pdf
Download (132kB)
G052211004-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 July 2027.
Download (5MB)
Abstract (Abstrak)
NLatar belakang. PT. Untuk Indonesia Hijau adalah perusahaan berskala kecil yang beroperasi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Perusahaan ini bergerak dalam pengolahan biji kakao untuk menghasilkan biji kakao fermentasi, massa kakao, dan cokelat batang. Saat ini, proses produksi perusahaan didorong oleh permintaan pelanggan, namun harga bahan baku kakao dan harga produk tidak stabil, hal ini berdampak pada permintaan dan produksi yang dapat berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha. Untuk Itu, perusahaan perlu mengetahui apakah aktifitas produksi selama ini sudah berjalan efektif dan ekonomis. Tujuan. penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek teknis dan ekonomi dari unit produksi olahan kakao pada perusahaan ini. Metode. Pendekatan yang digunakan mencakup metode deskriptif, analisis keseimbangan massa, perencanaan kapasitas produksi dengan Rough Cut Capacity Planning (RCCP) dengan pendekatan CPOF, evaluasi tata letak fasilitas dengan algoritma CRAFT, serta analisis kelayakan finansial menggunakan NPV, IRR, Net B/C, BEP, dan analisis sensitivitas. Tiga alur produksi utama yang dianalisis adalah biji kakao fermentasi, massa kakao, dan cokelat batang. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi menghasilkan rendemen 35,56% dan berada pada kapasitas maksimum produksi saat mencapai 5.200 kg/bulan. Massa kakao memiliki rendemen 67,66% dan cokelat batang sebesar 97%. Tata letak fasilitas produksi saat ini cukup efisien, namun simulasi algoritma CRAFT menunjukkan potensi efisiensi tambahan sebesar 4,24% pada biaya material handling. Secara finansial, hanya produk biji kakao fermentasi yang layak dikembangkan (NPV positif Rp 1.248.077.673,32 dan IRR 42,71%). Produk massa kakao dan cokelat batang belum layak dikembangkan dalam kondisi harga saat ini karena NPV negatif dan IRR di bawah suku bunga diskonto 15%, salah satu permasalahnya yaitu efisiensi dan efektifitas alat dan mesin produksi yang dimiliki masih rendah. Perencanaan awal dalam memilih teknologi dan kapasitas mesin belum mempertimbangkan terkait akses pasar. Kapasitas terpasang untuk produk massa kakao 7.500 kg/bulan sedangkan produksi aktual hanya 200 kg/bulan. Untuk produk cokelat batang perlu mengoptimalkan kapasitas produksi agar layak untuk diusahakan. Kesimpulan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kelayakan finansial sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan baku dan harga jual, terutama pada produk massa kakao dan cokelat batang. Oleh karena itu, pengembangan produksi untuk jangka pendek difokuskan pada biji kakao fermentasi sambil mengoptimalkan efisiensi dan skala produksi untuk produk lainnya. Penelitian ini dapat menjadi acuan strategi teknis dan manajerial dalam pengembangan industri pengolahan kakao skala kecil-menengah di daerah produsen kakao.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Agroindustri kakao, neraca massa, RCCP, CRAFT, kelayakan finansial |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknologi Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 20 Feb 2026 00:52 |
| Last Modified: | 20 Feb 2026 00:52 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53580 |
