FARID, FARAH FEBRIANA (2025) Pengaruh Konsentrasi Minyak Kayu Manis (Oleum Cinnamomi) dan Asam Askorbat dalam Edible Film dari Gelatin Ikan dan Hydroxypropyl Methylcellulose sebagai Pengemas Sambal Bawang (Allium cepa L) Kering = The Effect of Cinnamon Oil and Ascorbic Acid Concentrations in Edible Films from Fish Gelatin and Hydroxypropyl Methylcellulose as Dry Ground Chili Packaging. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G031201006-hNnPe3rTacQ6JRCv-20250815155109.jpg
Download (418kB) | Preview
G031201006-1-2.pdf
Download (1MB)
G031201006-dp.pdf
Download (816kB)
G031201006-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 August 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang produk pangan umumnya dikemas menggunakan plastik yang sulit untuk terurai sehingga diperlukan alternatif lain, salah satunya adalah edible film. Penggunaan edible film sendiri dapat dikombinasikan dengan penambahan bahan tambahan pangan berupa antioksidan dan antimikroba yang dapat membantu untuk menjaga mutu dan memperpanjang masa simpan produk pangan yang dikemas. Tujuan untuk menganalisis formulasi tepat dan kelayakan edible film dengan penambahan asam askorbat dan minyak kayu manis saat diaplikasikan sebagai pengemas produk pangan. Metode penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap 1 pembuatan edible film dengan penambahan bahan tambahan pada berbagai konsentrasi lalu tahap 2 yaitu pengaplikasian edible film sebagai pengemas sambal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian karakteristik edible film Ketebalan rata-rata edible yang dihasilkan yaitu antara 0.16 hingga 0.334 mm. Nilai rata-rata transparansi edible film dengan penambahan minyak kayu manis dan asam askorbat pada rentang 1.81 hingga 5.93. Hasil pengujian kuat tarik berkisar pada 1.05 hingga 2.70 N/mm2. Nilai L* berkisar 60.39 hingga 57.45. Nilai a* berkisar -6.23 hingga -6.94. Nilai b* berkisar 8.55 hingga 92.18. Hasil pengujian LTUA pada edible film yaitu 3.3 hingga 3.78. Hasil pengujian antioksidan nilai IC50 berkisar pada 0.19 hingga 63.91 Hasil pengujian antibakteri pada E.Coli berkisar pada 16.12 mm hingga 24.72 mm. Hasil pengujian antibakteri pada S.Aureus berkisar pada 17.65 mm hingga 26.37 mm. Pada penyimpanan 3 hari nilai asam lemak bebas terendah yaitu edible film dengan penambahan minyak kayu manis sebanyak 0.6 mL sebesar 3.65 dan tertinggi yaitu edible film tanpa penambahan bahan tambahan sebesar 4.91. Pada penyimpanan 6 hari nilai asam lemak bebas terendah yaitu edible film dengan penambahan minyak kayu manis sebanyak 0.6 mL sebesar 4.21 dan tertinggi yaitu edible film dengan penambahan minyak kayu manis sebanyak 1.1 mL sebesar 9.82. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perbedaan konsentrasi penambahan minyak kayu manis dan asam askorbat berpengaruh nyata terhadap karakteristik edible film yang dihasilkan. Selain itu, edible film yang ditambahkan minyak kayu manis dan asam askorbat dapat memperlambat kerusakan bahan pangan saat digunakan sebagai pengemas produk pangan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Asam Askorbat, Minyak Kayu Manis, Edible Film |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Teknologi Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 06:34 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 06:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53562 |
