Komunikasi Interpersonal Gender dalam Perceraian Masyarakat Adat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba = Gender Interpersonal Communication in Divorce of the Ammatoa Kajang Indigenous Community in Bulukumba Regency


BAKRI, JUMRAWANI (2025) Komunikasi Interpersonal Gender dalam Perceraian Masyarakat Adat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba = Gender Interpersonal Communication in Divorce of the Ammatoa Kajang Indigenous Community in Bulukumba Regency. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P072221003-NHbFKgZvLsDWRxhT-20250820143754.jpeg

Download (78kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P072221003-1-2.pdf

Download (250kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P072221003-dp.pdf

Download (63kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
P072221003-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Jumrawani Bakri, Komunikasi Interpersonal Gender dalam perceraian masyarakat adat ammatoa kajang di kabupaten Bulukumba (dibimbing Oleh Herawaty Abbas dan Suryadi Lambali) Latar Belakang, Masyarakat adat seringkali dilihat secara romantik, yakni mereka memiliki kehidupan yang jauh dari hiruk pikuk masalah layaknya masyarakat luas, khususnya di wilayah urban-perkotaan. Penelitian ini menunjukkan persoalan perceraian yang banyak dialami oleh masyakat adat Ammatoa Kajang di Sulawesi Selatan, Indonesia, yakni sebuah masyakat yang selama ini dipandang sebagai sebagai role model masyarakat tradisional yang memiliki prinsip hidup kamase-mase. Tujuan penelitian adalah menyingkap berbagai penyebab perceraian dalam masyarakat adat ammatoa Kajang. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi. Data primer penelitian diambil secara purposif di tiga desa yang berbeda (Tanah Towa, Tambangan, dan Bonto Baji) di kecamatan Kajang. Hasil Penelitian, Sebagai hasilnya, ditemukan bahwa salah satu akar persoalan perceraian dalam masyarakat ini adalah relasi gender yang tidak setara. Ini kemudian berimplikasi pada konflik hingga kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat cerai gugat - yakni pihak istri yang mengajukan gugatan perceraian kepada pihak suami (127 kasus), dibandingkan dengan cerai talak – pihak laki-laki atau suami yang mengajukan gugatan perceraian kepada pihak suami (23 kasus). Selain itu, diperlukan pendidikan gender dalam upaya menegosiasikan relasi gender dalam kehidupan rumah tangga melalui komunasi interpersonal – komunikasi yang berlangsung dalam kedupan sehari-hari dalam rangka menegosiasikan identitasnya masing-masing.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Perceraian, Masyarakat Adat Ammatoa, Gender, Komunikasi interpersonal
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Jender dan Pembangunan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 13 Feb 2026 02:47
Last Modified: 13 Feb 2026 02:47
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53545

Actions (login required)

View Item
View Item