ANAAM, ANDI KHAIRUL (2025) ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN KELUHAN KLINIS DENGAN KADAR IMMUNOGLOBULIN E (IgE) SERUM PADA POPULASI DEWASA MUDA = ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN ENVIRONMENTAL FACTORS AND CLINICAL COMPLAINTS WITH SERUM IMMUNNOGLOBULIN E (IgE) LEVELS IN THE YOUNG ADULT POPULATION. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
P062231046-rcBGTsVWKFkl52NO-20250820194952.jpg
Download (367kB) | Preview
P062231046-1-2.pdf
Download (671kB)
P062231046-dp.pdf
Download (209kB)
P062231046-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 August 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
ANDI KHAIRUL ANAAM. Analisis hubungan antara faktor lingkungan dan keluhan klinis dengan kadar imunoglobulin E (IgE) serum pada populasi dewasa muda. (dibimbing oleh Uleng Bahrun, Liong Boy Kurniawan,). Latar belakang. Prevalensi global penyakit alergi telah meningkat secara signifikan, terutama di kalangan dewasa muda. Imunoglobulin E (IgE) memainkan peran sentral dalam patogenesis alergi dan dianggap sebagai biomarker penting dalam mengevaluasi sensitivitas alergi. Namun, pengaruh paparan lingkungan dan keluhan klinis terhadap kadar IgE serum pada populasi dewasa masih kurang diteliti, terutama di negara-negara tropis yang sedang berkembang. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dan keluhan klinis dengan kadar IgE serum pada populasi dewasa muda sehat di lingkup Universitas Hasanuddin. Metode. Delapan puluh partisipan dewasa muda berusia 18–40 tahun memenuhi kriteria inklusi sebagai subyek penelitian ini. Paparan lingkungan dan gejala klinis dievaluasi menggunakan kuesioner alergi. Kadar IgE serum diukur menggunakan metode Electrochemiluminescence Immunoassay (ECLIA). Analisis statistik meliputi uji Mann-Whitney U, uji Kruskal-Wallis untuk mengevaluasi hubungan antara variabel independen dan konsentrasi IgE serum. Hasil. Rata-rata kadar IgE partisipan adalah 176,82±196,89 IU/mL dengan median 82,36 IU/mL. Mayoritas partisipan terpapar debu (61,25%) dan memiliki ventilasi buruk (55,0%). Terdapat kecenderungan peningkatan kadar IgE pada partisipan dengan riwayat alergi (195,57 IU/mL) dan keluhan klinis seperti bersin berulang (227,62 IU/mL) serta sesak berulang (217,86 IU/mL), meskipun perbedaan tidak signifikan secara statistik (p>0,05). Median kadar IgE tertinggi ditemukan pada kelompok yang terpapar empat jenis faktor lingkungan (201,70 IU/mL). Kesimpulan. Tidak ditemukan hubungan faktor lingkungan dan keluhan klinis terhadap kadar IgE pada populasi dewasa muda di lingkup Universitas Hasanuddin secara statistik, meskipun terdapat kecenderungan peningkatan pada individu dengan paparan faktor lingkungan dan keluhan klinis. Penelitian longitudinal diperlukan untuk memahami hubungan kausal antara paparan lingkungan, keluhan klinis, dan kadar IgE. Kata kunci: Immunoglobulin E, alergi, paparan lingkungan, kelembapan, dewasa muda.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Immunoglobulin E, alergi, paparan lingkungan, kelembapan, dewasa muda. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 13 Feb 2026 01:31 |
| Last Modified: | 13 Feb 2026 01:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53535 |
