PANE, JUNI ROHANA IYAS BORU SITORUS (2025) PERSEPSI SWIFTIES PADA PIDATO TAYLOR SWIFT DI NEW YORK UNIVERSITY SPRING GRADUATION 2022 TERHADAP PEMBENTUKAN SELF-RELIANCE = SWIFTIES’ PERCEPTION OF TAYLOR SWIFT’S SPEECH AT THE 2022 NEW YORK UNIVERSITY SPRING GRADUATION ON THE FORMATION OF SELF-RELIANCE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
E021211020-2z6ghMuTJO4CeQ8U-20250618203443.png
Download (864kB) | Preview
E021211020-1-2.pdf
Download (505kB)
E021211020-dp.pdf
Download (139kB)
E021211020-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 11 June 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK JUNI ROHANA IYAS B SITORUS PANE, PERSEPSI SWIFTIES TERHADAP PIDATO TAYLOR SWIFT DI NEW YORK UNIVERSITY SPRING GRADUATION 2022 TERHADAP PEMBENTUKANS SELF-RELIANCE. (Dibimbing oleh Dr. Indrayanti, S.Sos., M.Si.) Latar Belakang. Persepsi merupakan proses kognitif yang krusial dalam komunikasi, karena menentukan bagaimana pesan dimaknai oleh individu. Dalam konteks komunikasi publik, persepsi audiens terhadap tokoh publik dapat membentuk opini, sikap, bahkan identitas diri. Taylor Swift, sebagai figur publik dengan pengaruh global, tidak hanya dikenal melalui musiknya, tetapi juga melalui komunikasi publiknya yang kuat, termasuk pidatonya pada acara New York University Spring Graduation 2022. Pidato ini sarat akan nilai-nilai kemandirian (self-reliance), keberanian, dan otentisitas diri yang disampaikan melalui narasi personal. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi Swifties terhadap pidato tersebut dalam membentuk self-reliance mereka, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode. penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Teori utama yang digunakan adalah teori framing oleh Robert Entman dan teori interaksi simbolik oleh George Herbert Mead, yang menganalisis bagaimana pesan dibingkai dan dimaknai secara simbolik oleh audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Taylor Swift mampu menyentuh sisi emosional dan psikologis Swifties, memunculkan dorongan untuk lebih percaya diri, mengambil keputusan secara mandiri, dan menghargai proses hidup mereka sendiri. Pesan-pesan dalam pidato tersebut ditangkap bukan hanya sebagai motivasi, tetapi juga sebagai cerminan nilai hidup yang relevan dengan pengalaman mereka. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi publik yang disampaikan secara personal dan autentik dapat memengaruhi persepsi audiens terhadap nilai-nilai kemandirian. Taylor Swift, melalui pidatonya, telah berhasil membangun hubungan simbolik yang kuat dengan penggemarnya dan menunjukkan bahwa pidato publik dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk self-reliance generasi muda. Kata Kunci: Persepsi, Swifties, Pidato Publik, Self-Reliance, Taylor Swift, Komunikasi Publik, Interaksi Simbolik, Framing
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Persepsi, Swifties, Pidato Publik, Self-Reliance, Taylor Swift, Komunikasi Publik, Interaksi Simbolik, Framing |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 07:30 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 07:30 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/53524 |
